PENDAPATAN MELONJAK 121,58%, GULA BERHASIL BALIK DARI RUGI KE LABA
Share via
Terbit Pada
03 August 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 31-07-2026, 04:31:pm
21430932
IQPlus, (03/8) - PT Aman Agrindo Tbk (GULA) membukukan pertumbuhan kinerja yang signifikan pada semester I-2026. Emiten yang bergerak di bidang perdagangan besar gula dan perkebunan tebu tersebut berhasil mencatat lonjakan pendapatan hingga 121,58% secara tahunan (year-on-year/YoY) sekaligus membalikkan posisi rugi menjadi laba bersih pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026.
Berdasarkan laporan keuangan interim unaudited per 30 Juni 2026, penjualan bersih perseroan meningkat menjadi Rp144,32 miliar dari Rp65,13 miliar pada semester I-2025. Kenaikan sebesar Rp79,19 miliar tersebut didorong oleh meningkatnya volume distribusi dan perdagangan gula serta produk turunan pertanian lainnya.
Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, beban pokok penjualan juga meningkat 125,30% YoY menjadi Rp135,97 miliar dari Rp60,35 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, perseroan tetap mampu meningkatkan laba bruto sebesar 74,70% menjadi Rp8,35 miliar dibandingkan Rp4,78 miliar pada semester I-2025.
Dari sisi operasional, perseroan mampu menjaga kenaikan beban usaha tetap terkendali. Beban penjualan dan pemasaran tercatat sebesar Rp208,88 juta, sementara beban umum dan administrasi naik tipis 4,30% menjadi Rp2,37 miliar. Secara keseluruhan, total beban usaha hanya meningkat 8,54% YoY menjadi Rp2,58 miliar.
Efisiensi biaya operasional yang dipadukan dengan pertumbuhan penjualan mendorong laba usaha melonjak 140,08% menjadi Rp5,77 miliar dari Rp2,40 miliar pada semester I-2025. Kendati beban keuangan meningkat 31,74% menjadi Rp5,35 miliar, perseroan tetap mampu membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp422,22 juta, berbalik dari rugi sebelum pajak Rp1,64 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Setelah memperhitungkan beban pajak neto sebesar Rp387,38 juta, GULA mencatat laba bersih tahun berjalan sebesar Rp34,84 juta. Capaian tersebut menjadi titik balik bagi perseroan setelah pada semester I-2025 masih membukukan rugi bersih sebesar Rp1,62 miliar, sekaligus mencerminkan pemulihan profitabilitas seiring membaiknya kinerja operasional.
Dari sisi neraca, total aset perseroan per 30 Juni 2026 meningkat 0,95% menjadi Rp219,69 miliar dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp217,62 miliar. Total liabilitas naik 2,74% menjadi Rp76,31 miliar, sedangkan ekuitas relatif stabil di level Rp143,39 miliar. Sementara itu, kas dan setara kas tercatat sebesar Rp12,31 miliar, turun dari akhir 2025 seiring penggunaan dana untuk memenuhi kebutuhan modal kerja persediaan serta pembayaran uang muka pembelian lahan perkebunan sebagai bagian dari investasi strategis. Secara keseluruhan, kinerja semester I-2026 mencerminkan keberhasilan ekspansi bisnis perdagangan dan perkebunan perseroan yang mampu mendorong pertumbuhan pendapatan sekaligus mengembalikan profitabilitas ke jalur positif. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
