PENDAPATAN KIJA MENINGKAT 16% DI KUARTAL III 2026
Share via
Published On
05 November 2026
Related Stocks
Latest update: 03-09-2026, 04:31:pm
30827416
IQPlus, (5/11) - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (IDX:KIJA) melaporkan kinerja keuangan konsolidasian untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 (9M26).
Dalam siaran pers KIJA (4/11) Perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp4.254,9 miliar pada 9M26, meningkat 16% dibandingkan Rp3.674,7 miliar pada periode yang sama tahun 2025.
Pendapatan dari segmen Land Development & Property menunjukkan penguatan yang signifikan pada kuartal III 2026, mencapai Rp1.914,8 miliar, dibandingkan dengan Rp974,9 miliar pada semester pertama 2026. Hal ini mencerminkan peningkatan kontribusi dari pengakuan penjualan lahan industri, yang didukung oleh pengakuan penjualan yang lebih tinggi pada kuartal III 2026.
Sementara itu, segmen Infrastructure terus mencatatkan pertumbuhan yang stabil, sehingga semakin memperkuat basis pendapatan berulang (recurring revenue) Perseroan.
IKHTISAR KINERJA 9M26
- Pendapatan konsolidasian: Rp4.254,9 miliar, meningkat 16% dari Rp3.674,7 miliar pada 9M25.
- Pendapatan Land Development & Property: Sebesar Rp1.914,8 miliar pada 9M26, termasuk Rp939,9 miliar yang diakui hanya pada 3Q26, hampir menyamai pendapatan sebesar Rp974,9 miliar yang telah diakui sepanjang 1H26.
- Pendapatan Pilar Infrastruktur: Rp2.242,5 miliar, meningkat 15% dari Rp1.950,7 miliar pada 9M25.
- Pendapatan berulang dari Pilar Infrastruktur: berkontribusi 53% terhadap total pendapatan Perseroan.
- Laba bruto konsolidasian: Rp1.577,8 miliar, meningkat 7% dari Rp1.472,8 miliar pada 9M25.
- Margin laba bruto konsolidasian: 37%, dibandingkan 40% pada 9M25.
- Laba bersih: Rp391,7 miliar, turun 38% dari Rp634,6 miliar pada 9M25, terutama disebabkan oleh biaya refinancing yang bersifat tidak berulang (one-off) pada kuartal II 2026.
- EBITDA: Rp1.362,4 miliar, naik 4% dari Rp1.308,2 miliar pada 9M25
- Saldo Kas Konsolidasi: Sebesar Rp3.153,7 miliar.
PENGEMBANGAN LAHAN & PROPERTI
Pendapatan dari pilar Land Development & Property meningkat 17% menjadi Rp1.914,8 miliar, didukung oleh pertumbuhan pada tiga segmen utama. Penjualan tanah matang mencapai Rp1.629,5 miliar, meningkat dibandingkan Rp1.433,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penjualan tanah dan bangunan pabrik meningkat menjadi Rp126,0 miliar dari sebelumnya Rp32,2 miliar, atau tumbuh sebesar 291%. Penjualan tanah dan rumah meningkat 18% menjadi Rp77,8 miliar. Hasil tersebut mencerminkan pertumbuhan pada segmen properti industri maupun residensial, yang secara keseluruhan memperkuat kinerja pilar Land Development & Property Perseroan
INFRASTRUKTUR
Pendapatan Pilar Infrastruktur meningkat 15% menjadi Rp2.242,5 miliar pada 9M26 dari Rp1.950,7 miliar pada 9M25. Segmen ketenagalistrikan mencatat pendapatan Rp1.505,2 miliar, meningkat dari Rp1.377,6 miliar, didukung oleh konsumsi listrik tenant di Kendal dan Cikarang.
Segmen Jasa dan Pemeliharaan tumbuh 33% menjadi Rp525,6 miliar dari Rp398,5 miliar, didorong oleh tingginya aktivitas tenant di Kendal, peningkatan kontribusi dari unit usaha lainnya dalam subsegmen ini, serta kenaikan tarif dan volume layanan di Cikarang. Pendapatan Cikarang Dry Port meningkat menjadi Rp211,8 miliar dari Rp174,6 miliar, terutama didorong oleh kenaikan volume peti kemas yang ditangani. Pendapatan berulang dari pilar ini menyumbang 53% dari total pendapatan Perseroan.
LEISURE & HOSPITALITY
Pendapatan Pilar Leisure & Hospitality meningkat menjadi Rp97,6 miliar. Bisnis golf memberikan kontribusi sekitar 65% terhadap total pendapatan pilar ini, mendukung diversifikasi sumber pendapatan Perseroan.
PROFITABILITAS
Laba bruto konsolidasian meningkat 7% menjadi Rp1.577,8 miliar pada 9M26, dibandingkan Rp1.472,8 miliar pada 9M25. Namun, margin laba bruto konsolidasian turun menjadi 37% dari 40%. Penurunan margin tersebut terutama disebabkan oleh lebih rendahnya margin pada pilar Infrastructure, khususnya dari segmen ketenagalistrikan, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor operasional.
Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp391,7 miliar pada 9M26, turun 38% dibandingkan Rp634,6 miliar pada 9M25. Kinerja tersebut dipengaruhi oleh beban non-operasional yang bersifat satu kali (one-off) terkait refinancing Senior Notes Perseroan menjadi pinjaman bank, yang meliputi rugi selisih kurs, biaya penghentian instrumen derivatif (lindung nilai/hedging), serta beban amortisasi yang dipercepat terkait Senior Notes yang jatuh tempo pada tahun 2027.
Biaya tersebut merupakan konsekuensi dari langkah strategis Perseroan untuk melakukan refinancing atas Senior Notes berdenominasi Dolar AS menjadi fasilitas pinjaman bank dalam mata uang Rupiah. Langkah ini diharapkan memberikan manfaat keuangan jangka panjang, meskipun berdampak sementara terhadap kinerja keuangan pada periode berjalan. (end)
Related Research
News Related
