PENDAPATAN KIJA MENINGKAT 12% DI TAHUN 2025
Share via
Terbit Pada
04 March 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 25-02-2026, 04:11:pm
06252414
IQPlus, (4/3) - PT Jababeka Tbk (KIJA) mencatatkan total pendapatan sebesar Rp5.149,4 miliar pada tahun 2025, meningkat 12% dibandingkan dengan tahun 2024.
Dalam siaran pers KIJA (4/3) Pilar Land Development & Property Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp2.457,7 miliar pada tahun 2025 lebih rendah dibandingkan Rp2.564,8 miliar pada tahun 2024. Kinerja tahun 2025 didukung oleh pertumbuhan penjualan tanah matang yang meningkat dari Rp2.051,0 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp2.102,3 miliar pada tahun 2025, mencerminkan permintaan yang tetap solid.
Pendapatan dari Pilar Infrastruktur Perseroan (utamanya listrik, air, pengelolaan limbah, pengelolaan estate, dan pelabuhan) meningkat sebesar 34%, dari Rp1.908,8 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp2.566,9 miliar pada tahun 2025. Subsegmen terbesar dalam Pilar Infrastruktur mencatatkan peningkatan pendapatan: pembangkit listrik tumbuh 54% menjadi Rp1.810,9 miliar, terutama karena adanya peningkatan pembelian listrik dari pengguna industri di Cikarang dan Kendal; dan jasa & pemeliharaan (air, limbah, dan estate) tumbuh 5% menjadi Rp521,1 miliar sebagai hasil dari kenaikan permintaan di Kendal.
Selanjutnya, subsegmen dry port mengalami penurunan pendapatan sebesar 9% akibat berkurangnya volume kontainer yang ditangani.
Pendapatan berulang dari Pilar Infrastruktur menyumbang 50% dari total pendapatan pada tahun 2025, meningkat dibandingkan dengan tahun 2024 (41%).
Pilar Leisure & Hospitality mencatatkan pendapatan sebesar Rp124,8 miliar pada tahun 2025 dibandingkan Rp129,1 miliar pada tahun 2024. Segmen golf tetap menjadi kontributor utama dengan pendapatan sebesar Rp82,5 miliar pada tahun 2025 (2024: Rp85,0 miliar), atau sekitar 66% dari total pendapatan pilar ini.
Laba kotor meningkat 3% menjadi Rp2.033,0 miliar pada tahun 2025 dibandingkan Rp1.967,1 miliar pada tahun sebelumnya. Margin laba kotor konsolidasian menurun menjadi 39% (dari 43% pada tahun 2024), terutama disebabkan oleh meningkatnya kontribusi pendapatan dari segmen Infrastruktur yang secara umum memiliki margin lebih rendah dibandingkan dengan Land Development & Property.
Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp857,1 miliar pada tahun 2025, dibandingkan dengan Rp770 miliar pada tahun 2024. Faktor utama dari peningkatan ini adalah kinerja keseluruhan Perusahaan yang lebih baik, kenaikan pendapatan bunga, dan penurunan beban lan-lain terutama pada berkurangnya rugi selisih kurs yang dari sebelumnya Rp205,7 miliar menjadi Rp120,9 miliar.
EBITDA Perseroan untuk tahun 2025 tercatat sebesar Rp1.735,5 miliar, mengalami peningkatan sebesar 7% dibandingkan dengan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp1.616,8 miliar. Per 31 Desember 2025, saldo kas konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp3,6 triliun, termasuk dana pada rekening cadangan bunga sebesar Rp39,4 miliar sesuai persyaratan pinjaman Mandiri. Posisi kas pada akhir tahun 2024 tercatat sebesar Rp2,0 triliun.
Penjualan Pemasaran
Sebagaimana telah dilaporkan sebelumnya, Perseroan mencatatkan kinerja yang sangat baik dengan membukukan penjualan pemasaran (marketing sales) real estat sebesar Rp3,6 triliun pada tahun 2025, melampaui target Perseroan sebesar Rp3,5 triliun. Pencapaian ini kembali menjadi rekor tertinggi bagi Perseroan dan mencerminkan pertumbuhan sekitar 13% dibandingkan tahun 2024, di mana marketing sales tercatat sebesar Rp3,2 triliun. Hal ini semakin menegaskan daya tarik kawasan industri KIJA yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global.
Untuk tahun 2026, Perseroan menetapkan target penjualan pemasaran sebesar Rp3,75 triliun pada tahun 2026, yang terutama didorong oleh permintaan yang tetap tinggi terhadap lahan industri di Kendal dan Cikarang. Dari target tersebut, Rp1,25 triliun diharapkan berasal dari Cikarang dan lainnya, yang terdiri dari Rp800 miliar dari penjualan tanah matang dan produk industri, serta Rp450 miliar dari produk residensial dan komersial. Sisa sebesar Rp2,5 triliun ditargetkan berasal dari Kendal, yang seluruhnya merupakan produk industri. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
