PENDAPATAN BERSIH MAPI MENINGKAT 32% DI KUARTAL I 2026
Share via
Terbit Pada
30 April 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 09-04-2026, 04:11:pm
11928655
IQPlus, (30/4) - PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP), peritel gaya hidup terkemuka di Indonesia, hari ini merilis hasil kinerja kuartal pertama tahun 2026.
Dalam siaran pers MAPI (29/4) Untuk kuartal pertama tahun 2026, MAP membukukan peningkatan pada pendapatan bersih sebesar 32,0% menjadi Rp12,3 triliun. Laba kotor naik menjadi Rp4,9 triliun, dengan laba usaha meningkat sebesar 35,0% menjadi Rp1,1 triliun, dan EBITDA mencapai Rp1,9 triliun. Pada bottomline, laba bersih MAP untuk kuartal ini tumbuh sebesar 34,5% menjadi Rp762 miliar.
"Kami mengawali tahun ini dengan kinerja yang positif, didukung oleh aktivitas belanja pelanggan yang tumbuh stabil dan semakin meningkat menjelang periode Lebaran di bulan Maret. Dengan persiapan yang matang, membuat kami mampu merespons permintaan secara efektif, sehingga menghasilkan penjualan yang lebih kuat di semua segmen. Secara keseluruhan, hal-hal tersebut mendukung kinerja Q1 yang solid," ujar Ratih D. Gianda, VP Investor Relations, Corporate Communications, and Sustainability MAP Group.
Seiring dengan berkembangnya preferensi pelanggan, MAP terus memperluas portofolio brandnya dengan menghadirkan Aquazurra, Guess, dan Hollister. Perusahaan juga semakin meningkatkan efisiensi operasional melalui pengelolaan biaya yang lebih disiplin dan meningkatkan back-end process, sekaligus mengoptimalkan otomasi dan digitalisasi untuk melayani pelanggan dengan lebih baik di semua platform.
"Memasuki tahun 2026, MAP akan terus melanjutkan momentum ini. Namun, kami mengambil pendekatan yang lebih berhati-hati di tengah lingkungan yang dinamis, seiring ketegangan geopolitik, kenaikan biaya, dan pelemahan Rupiah yang mungkin menciptakan ketidakpastian ke depannya. Didukung oleh portofolio bisnis yang terdiversifikasi serta komitmen tim, kami tetap responsif untuk menavigasi kondisi saat ini dengan disiplin. Kami berharap upaya ini dapat mendukung pembentukan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," Ratih menyimpulkan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
