PEMERINTAH KAJI RISET SAWIT BERKELANJUTAN KOLABORASI KAMPUS-INDUSTRI
Share via
Kategori
Komoditi
Terbit Pada
19 February 2026
04952119
IQPlus, (19/2) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mengkaji potensi kolaborasi perguruan tinggi dan industri dalam penguatan ekosistem riset dan hilirisasi sawit berkelanjutan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto melalui keterangan di Jakarta, Kamis menekankan bahwa perguruan tinggi tidak lagi hanya berfungsi sebagai penghasil lulusan dan publikasi ilmiah, tetapi juga sebagai motor penggerak inovasi nasional.
Oleh karena itu, penguatan kapasitas laboratorium, pusat riset tematik, serta jejaring kolaborasi dengan industri menjadi prioritas dalam membangun ekosistem inovasi yang terintegrasi.
"Perguruan tinggi tidak boleh hanya berhenti pada publikasi, tetapi harus menghasilkan inovasi yang berdampak dan terhilirisasi. Kalau ini bisa kita perhatikan dengan lebih presisi dan tervalidasi, akan sangat baik," katanya.
Menteri Brian juga menyampaikan bahwa kolaborasi strategis antara kampus dan dunia usaha merupakan kunci percepatan hilirisasi hasil riset.
Perguruan tinggi didorong untuk menghasilkan inovasi yang tidak berhenti pada tahap purwarupa, tetapi dapat diimplementasikan dan memberikan dampak ekonomi maupun sosial secara nyata.
Menurut Brian, kerja sama riset terapan yang melibatkan akademisi, peneliti, dan pelaku industri dapat diarahkan pada pengembangan teknologi budidaya yang lebih efisien, sistem pengolahan berbasis inovasi, serta model pengelolaan yang selaras dengan prinsip keberlanjutan dan tata kelola yang baik.
Ia menerangkan kolaborasi ini direncanakan dapat menggunakan skema emisi rendah dan menerapkan teknologi yang lebih ramah lingkungan, sebagai ciri pengelolaan kebun yang akan dikerjakan.
"Tingkat produktivitas kita cenderung rendah dibandingkan negara lain. Banyak peluang yang bisa kita perbaiki. Kita ingin kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah diperkuat agar riset tidak berhenti di laboratorium," jelas Menteri Brian. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
