BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

PELNI GELAR FLEET SAFETY EXCELLENCE AWARD 2026

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

22 September 2026

26451591

IQPlus, (22/9) - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) menyelenggarakan Fleet Safety Excellence Award 2026 sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya memperkuat budaya keselamatan di seluruh armada perusahaan. Program ini mendorong kapal dan awak kapal untuk terus meningkatkan penerapan keselamatan dalam setiap aktivitas operasional pelayaran.

Fleet Safety Excellence Award merupakan program yang ditujukan bagi kapal dan awak kapal PELNI, baik kapal penumpang, kapal perintis, kapal barang, kapal ternak maupun kapal rede. Program ini mencakup sejumlah aspek keselamatan, antara lain pelaksanaan emergency response dan safety drill, kepemimpinan keselamatan, pelaporan hazard dan near miss.

Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda mengatakan keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari operasional PELNI sebagai perusahaan pelayaran nasional. Karena itu, penguatan budaya keselamatan perlu dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh awak kapal.

"Keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional PELNI. Melalui Fleet Safety Excellence Award, kami ingin membangun kesadaran bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi menjadi komitmen bersama seluruh awak kapal untuk memastikan pelayaran berjalan aman dan andal," ujar Ditto.

Program ini menyasar seluruh armada yang dioperasikan PELNI, meliputi 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 9 kapal barang, 1 kapal ternak, dan 17 kapal rede. Peserta tidak hanya mencakup kapal sebagai unit operasional, tetapi juga Nakhoda, perwira, serta seluruh awak kapal yang memiliki peran dalam penerapan keselamatan, pengendalian risiko, dan kelancaran operasional kapal.

Dalam pelaksanaannya, Nakhoda menjadi pimpinan tertinggi di atas kapal yang bertanggung jawab terhadap implementasi keselamatan pelayaran dan penerapan International Safety Management (ISM) Code. Sementara itu, perwira dan seluruh awak kapal menjalankan fungsi keselamatan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing, termasuk dalam kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, pengendalian risiko, serta pelaporan potensi bahaya di atas kapal.

Pelaksanaan emergency response dan safety drill menjadi salah satu bagian penting dalam program ini. Struktur tanggap darurat di kapal melibatkan Nakhoda sebagai pimpinan, perwira dan awak kapal yang bertugas dalam pengendalian keadaan darurat, pemadaman kebakaran, pertolongan dan evakuasi, serta dukungan komunikasi dan operasional. Pembagian peran tersebut bertujuan memastikan setiap awak memahami tugasnya dan dapat merespons kondisi darurat secara cepat dan terkoordinasi. (end)