PEFINDO YAKIN PENERBITAN OBLIGASI TETAP RAMAI MESKI RUPIAH VOLATILE
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
22 January 2026
02158167
IQPlus, (22/1) - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) meyakini tren penerbitan surat utang (obligasi) korporasi di dalam negeri akan tetap positif pada 2026, di tengah volatilitas nilai tukar (kurs) Rupiah.
Optimisme itu seiring dengan kebutuhan pembiayaan dari perusahaan-perusahaan, karena banyaknya jatuh tempo obligasi korporasi sepanjang tahun ini.
"Kami masih tetap memandang penerbitan obligasi di tahun 2026 tetap positif di tengah mungkin dolar (AS) yang lagi meningkat. Karena kami lebih melihat kepada kebutuhan financing dari emiten-emiten kita." ujar Direktur Utama Pefindo Irmawati ditemui seusai acara "Optimalisasi Penerbitan Surat Utang dengan Credit Enhancement" di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis.
Selain kebutuhan pembiayaan perusahaan, dia menjelaskan, dengan banyaknya jatuh tempo obligasi korporasi maka investor juga akan memiliki lebih banyak dana cash, yang tentunya akan diinvestasikan lagi.
"Biasanya kalau ada yang jatuh tempo, selain mereka refinancing, investor juga punya cash kan, nah cash itu yang harus dia invest lagi. Nah itu kan membuka peluang juga bagi emiten-emiten untuk menerbitkan surat utang tadi yang jatuh tempo," ujarnya.
Pefindo juga memastikan akan melakukan special review terhadap perusahaan ataupun anak usahanya yang terkena pencabutan izin Perizinan Berusaha Pemanfataan Hutan (PBPH) oleh pemerintah.
Special review hanya akan dilakukan terhadap perusahaan yang diperingkat oleh Pefindo, atau yang menerbitkan surat utang (obligasi) melalui pasar modal Indonesia.
"Kalau ada yang kami peringkat pasti kami akan melakukan special review, itu pasti. Kalau benar ya, ada dari perusahaan-perusahaan itu yang kita rate (peringkat), pasti kita ada special review," ujar Direktur Utama Pefindo Irmawati. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
