PEFINDO TETAPKAN PERINGKAT idAAA UNTUK SEMEN INDONESIA
Share via
Terbit Pada
12 August 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 28-07-2026, 09:20:am
22329871
IQPlus, (12/8) - PEFINDO menegaskan peringkat idAAA untuk PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) serta Obligasi Berkelanjutan II. Prospek untuk peringkat Perusahaan adalah stabil. Peringkat mencerminkan peran penting SMGR bagi pemerintah, profil keuangan yang konservatif, posisi pasar SMGR yang sangat kuat, serta fasilitas produksi dan logistik yang terdiversifikasi dengan baik. Peringkat dibatasi oleh persaingan pasar yang ketat di tengah tantangan biaya produksi yang lebih tinggi.
Kami dapat menurunkan peringkat jika metrik kredit SMGR melemah karena Perusahaan mengambil utang lebih tinggi dari yang diproyeksikan tanpa diimbangi oleh prospek pendapatan yang lebih baik, Perusahaan mengalami pelemahan profitabilitas karena kenaikan biaya produksi yang signifikan atau kemampuan penetapan harga yang lebih lemah, atau jika posisi bisnis SMGR melemah yang diindikasikan oleh pangsa pasar yang melemah secara berkelanjutan.
Peringkat juga dapat berada di bawah tekanan jika ada bukti dukungan yang lebih lemah dari pemerintah yang tercermin dari divestasi yang substansial, pengendalian yang lebih rendah, atau tidak ada indikasi dukungan luar biasa dari pemerintah ketika SMGR mengalami kesulitan keuangan.
Didirikan pada tahun 1957, SMGR merupakan produsen semen terbesar di Indonesia. Total kapasitas domestik terpasang Perusahaan per 31 Maret 2026 sebesar 56,5 juta ton dengan pangsa pasar sekitar 45%. SMGR saat ini memiliki sembilan pabrik semen terpadu di Indonesia yang berlokasi di Jawa, Sumatra Barat, Aceh, Sumatra Selatan, dan Sulawesi Selatan. SMGR menawarkan berbagai macam produk semen, termasuk ordinary Portland (OPC), Portland composite (PCC), Portland Pozolan (PPC), special blended (SBC), super masonry (SMC), oil well (OWC), Portland mixed, dan semen putih. SMGR juga memproduksi kantong semen dan beton siap pakai. Per 31 Maret 2026, 51,2% saham SMGR dimiliki oleh Pemerintah Indonesia, secara langsung dan melalui PT Danantara Asset Management (Persero) atau Danantara, sementara sisanya dimiliki oleh publik. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
