BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    PEFINDO TEGASKAN PERINGKAT idAAA UNTUK OBLIGASI TAMARIS HIDRO

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    12 March 2026

    07054874

    IQPlus, (12/3) - PEFINDO menegaskan peringkat idAAA(sf) untuk Obligasi I PT Tamaris Hidro (TYRO) Tahun 2022. Peringkat instrumen mencerminkan struktur yang sangat kuat didukung oleh penguatan kredit (credit enhancement) dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMII, idAAA/stabil). Peringkat tersebut sudah mempertimbangkan profil keuangan TYRO yang moderat dan paparan terhadap kondisi hidrologis.

    Peringkat instrumen dapat diturunkan jika peringkat credit enhancer diturunkan atau atau jika TYRO menggunakan fasilitas dukungan kredit non-revolving lebih dari yang diharapkan, sehingga fasilitas yang tersisa dianggap tidak sepadan dengan tingkat perlindungan untuk peringkat yang diberikan.

    PEFINDO memandang bahwa risiko keterlambatan pembayaran dan gagal bayar pokok dan/atau kupon obligasi dapat dimitigasi dengan fasilitas kredit subordinasi sebesar Rp750,0 miliar dari SMII sebagai credit enhancer, yang diikuti dengan mekanisme cash flow waterfall dan penyisihan dana untuk pelunasan kupon dan pokok obligasi. Berdasarkan pengujian yang kami lakukan, kami mengantisipasi TYRO akan menggunakan sebagian dari fasilitas subordinasi SMII selama periode tertentu untuk memitigasi risiko refinancing berdasarkan struktur transaksi yang diusulkan. Kami juga melihat transaksi ini didasarkan pada profil proteksi arus kas yang kuat, didukung oleh sisa fasilitas kredit subordinasi yang cukup dari SMII jika digunakan.

    Mekanisme cash waterfall juga memastikan arus kas yang terkumpul akan diprioritaskan untuk pembayaran kupon obligasi dan pinjaman bank. Komitmen TYRO untuk menyediakan dana pelunasan kupon obligasi sebesar satu kali dan mencadangkan penuh pembayaran pokok obligasi tiga bulan sebelum tanggal jatuh tempo akan menambah bantalan untuk pembayaran utang obligasi Perusahaan.

    TYRO merupakan perusahaan induk investasi untuk proyek pembangkit listrik tenaga air dan mini hidro. Saat ini, portofolio pembangkit listrik Perusahaan mencakup 15 perusahaan yang beroperasi dengan total kapasitas-berkontrak 142,8 megawatt (MW). Dilihat dari kapasitas terpasang berdasarkan jenis, pembangkit listrik tenaga mini hidro mencapai 67,8%, sedangkan 32,2% sisanya merupakan pembangkit listrik tenaga air. TYRO juga memiliki perusahaan afiliasi yang menyediakan konstruksi untuk proyek-proyeknya dan layanan operasi dan pemeliharaan. Per 31 Desember 2025, pemegang saham terdiri dari PT Tatajabar Sejahtera (85%, bagian dari Grup Salim) dan PT Tamaris Hijau Lestari (15%).

    Sebagai credit enhancer, SMII didirikan untuk menjadi katalis dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia dengan menyediakan alternatif sumber pendanaan untuk project financing dan mendorong public-private partnership (PPP). SMII dimiliki sepenuhnya oleh Pemerintah Indonesia. (end)