BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    PDES FOKUS SASAR WISATAWAN BERKUALITAS DAN EKSPANSI PASAR ASIA

    Terbit Pada

    13 May 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 02-02-2026, 11:30:am

    13231825

    IQPlus, (13/5) - PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (IDX:PDES) melaporkan kinerja operasional yang resilien di tengah perubahan perilaku wisatawan mancanegara. Meski mencatat penurunan volume wisatawan (pax) dari pasar Eropa sebesar 15,1% atau setara 7.676 pax pada tahun 2025, emiten biro perjalanan wisata ini justru membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 29%.

    Dalam agenda Public Expose yang digelar pada Jumat (8/5), manajemen menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh pergeseran tren menuju segmen wisatawan berkualitas (quality tourism). Wisatawan saat ini cenderung memilih perjalanan eksklusif dengan durasi tinggal lebih panjang, yakni rata-rata 20-24 hari dari sebelumnya hanya 12 hari, serta beralih ke akomodasi hotel bintang 4 dan 5.

    "Perubahan pola konsumsi ini berdampak pada meningkatnya nilai transaksi per wisatawan, sehingga meskipun jumlah pax menurun, revenue Perseroan tetap tumbuh positif," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi tersebut.

    Tantangan Margin dan Strategi Diversifikasi

    Menanggapi penurunan gross margin dari 16,44% menjadi 13,99% pada kuartal I-2026, Perseroan mengakui adanya pengaruh dari ketegangan politik yang terjadi pada Maret 2026. Namun, manajemen optimis kinerja akan kembali stabil hingga akhir tahun, didukung oleh proyeksi performa kuat pada kuartal III dan IV sebagai kompensasi.

    Untuk memperkuat fundamental bisnis, PDES mulai agresif melakukan diversifikasi pasar guna mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Fokus utama saat ini diarahkan pada negara-negara dengan konektivitas penerbangan langsung ke Indonesia, seperti kawasan ASEAN dan Asia Timur.

    Beberapa langkah strategis yang telah dilakukan antara lain promosi di Auckland, Selandia Baru, melalui kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata pada awal Mei 2026, serta penjajakan pasar Tiongkok melalui partisipasi dalam kegiatan promosi di Xiamen dan Shanghai bersama Dinas Pariwisata DKI Jakarta pada pekan ketiga Mei 2026.

    Langkah ini diambil mengingat peningkatan kunjungan wisatawan ke destinasi utama seperti Bali saat ini didominasi oleh pasar Australia, India, dan Tiongkok. Dengan memperkuat penetrasi di wilayah tersebut, Perseroan berharap dapat menangkap peluang dari pasar-pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia pariwisata saat ini. (end)