PASCA MTO, SONA BIDIK EKSPANSI RITEL 5 TAHUN KE DEPAN
Share via
Terbit Pada
31 August 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 27-08-2026, 04:31:pm
24255381
IQPlus, (31/8) - PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) menyampaikan klarifikasi resmi kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait kelangsungan operasional dan rencana strategis perseroan setelah penyelesaian transaksi pengambilalihan serta Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) oleh PT Pratama Citra Karunia (PCK).
Corporate Secretary SONA, Wong Budi Setiawan menegaskan bahwa kegiatan usaha perseroan tetap berjalan normal seperti biasa pasca-pengambilalihan. Mengenai berakhirnya kerja sama pasokan dengan grup ritel bebas bea DFS, manajemen menyatakan hal tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kinerja maupun operasional perusahaan secara keseluruhan.
Menurutnya, kegiatan usaha toko bebas bea (duty free) saat ini memberikan kontribusi yang relatif kecil terhadap total pendapatan perseroan, dan pengadaan produk tetap berlanjut melalui kerja sama dengan pemasok lain.
Menatap 5 tahun ke depan, pengendali baru bersama manajemen perseroan memfokuskan strategi bisnis pada pengembangan dan ekspansi jaringan ritel dengan mempertimbangkan potensi pasar yang ada. Sinergi dan kolaborasi antara perseroan dan grup pengendali baru akan terus dieksplorasi guna mendorong peningkatan kinerja usaha, tanpa adanya rencana untuk mengubah kegiatan usaha utama perusahaan saat ini.
Terkait dengan aspek kepemilikan saham, pengendali baru (PCK) mengonfirmasi tidak memiliki kewajiban untuk melakukan pengalihan kembali (refloat) saham kepada publik.
Berdasarkan laporan hasil MTO per 10 Agustus 2026, total porsi kepemilikan saham oleh PCK berada di angka 45,11%. Angka ini berada di bawah ambang batas 80% dari total modal disetor, sehingga tidak memicu kewajiban refloat sebagaimana diatur dalam Pasal 21 POJK Nomor 9 Tahun 2018.
Manajemen juga memberikan kepastian hukum bagi para pemegang saham publik terkait isu pembekuan pencatatan. Perseroan menegaskan hingga saat ini belum memiliki rencana untuk melakukan voluntary delisting atau penghapusan pencatatan saham secara sukarela dari bursa pasca-pelaksanaan MTO.
Menjawab posisi saham perseroan yang saat ini berada di Papan Pemantauan Khusus (kriteria III.1.6) terkait porsi free float, SONA terus memantau dan mengkalkulasi langkah-langkah strategis yang diperlukan. Perseroan berkomitmen penuh untuk memenuhi ketentuan free float minimum sebesar 15% sesuai Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026 sebelum masa transisi berakhir.
Sebagai penutup, perseroan menyatakan tidak ada informasi atau kejadian penting material lain yang dapat memengaruhi kelangsungan hidup perusahaan maupun pergerakan harga saham di pasar sekunder. Manajemen menegaskan komitmennya untuk selalu patuh pada regulasi pasar modal yang berlaku demi menjaga kepentingan seluruh pemangku kepentingan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
