PAPEROCKS INDONESIA (PPRI) TARGETKAN PENJUALAN DAN LABA TUMBUH 5% PADA 2026
Share via
Terbit Pada
18 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 09-06-2026, 04:32:pm
16852728
IQPlus, (18/6) - PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) menargetkan pertumbuhan kinerja pada tahun 2026 dengan membidik kenaikan penjualan dan laba bersih masing-masing sekitar 5% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Direktur Utama PPRI, Irsyad Hanif, mengatakan Perseroan optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan kinerja seiring strategi penguatan pasar, peningkatan kualitas produk, dan optimalisasi layanan kepada pelanggan.
"Kami menargetkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih kurang lebih sekitar 5% pada tahun 2026. Melalui penambahan armada dan tim sales kami optimis target pertumbuhan kinerja tersebut dapat tercapai," ujar Irsyad Hanif dalam acara Public Expose usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Kamis (18/6/2026).
Berdasarkan laporan keuangan yang telah disahkan dalam RUPST, PPRI membukukan laba bersih sebesar Rp2,9 miliar sepanjang 2025. Angka tersebut menurun dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang mencapai Rp4,5 miliar.
Meski demikian, Perseroan masih mencatatkan pertumbuhan pendapatan. Hingga akhir 2025, penjualan meningkat 4,9% menjadi Rp154,8 miliar dibandingkan periode sebelumnya.
Untuk mencapai target pertumbuhan tahun ini, Perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi bisnis. Salah satunya dengan terus meningkatkan kualitas produk sekaligus mengembangkan produk kemasan yang ramah lingkungan guna menjawab kebutuhan pasar yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.
Selain itu, Irsyad Hanif menambahkan, PPRI akan mengoptimalkan pasar yang telah ada sekaligus lebih agresif dalam menambah pelanggan dan pasar baru. Perseroan juga berupaya menjaga daya saing melalui penetapan harga yang mencerminkan nilai produk namun tetap kompetitif di pasar.
Di sisi pelayanan, Perseroan berkomitmen memperkuat hubungan dengan pelanggan melalui peningkatan kualitas layanan dan memastikan proses pengiriman produk kemasan berjalan aman serta tepat waktu.
"Manajemen menilai kombinasi strategi tersebut dapat menjadi pendorong pertumbuhan kinerja Perseroan pada 2026 sekaligus memperkuat posisi PPRI di industri kemasan nasional,"tegasnya. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
