PACU PEMBIAYAAN PRODUKTIF, RADANA FINANCE PATOK TARGET RP4,1 TRILIUN HINGGA AKHIR 2026
Share via
Terbit Pada
08 September 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 04-08-2026, 04:30:pm
25050274
IQPlus, (8/9) - Perusahaan pembiayaan PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) menetapkan aspirasi penyaluran pembiayaan sebesar Rp4,1 triliun hingga akhir tahun 2026. Target tersebut dipasang sejalan dengan strategi perseroan yang menerapkan prinsip kehati-hatian serta lebih selektif dalam menyalurkan pendanaan di tengah dinamika pasar.
Untuk mengejar target tersebut, HDFA fokus memperkuat dua produk utama pembiayaan produktifnya, yakni Asset-based Financing (ABF) untuk investasi alat berat dan truk, serta pembiayaan modal kerja sebagai produk pendamping. Hingga Semester I-2026, emiten pembiayaan ini telah menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp1,64 triliun. Pihak manajemen menilai realisasi ini telah sesuai dengan peta jalan bisnis perseroan yang memprioritaskan kualitas pembiayaan di atas kuantitas.
"Realisasi pembiayaan untuk semester I ini sesuai dengan strategi perusahaan untuk lebih selektif dan berhati-hati sesuai dengan keadaan pasar saat ini,"terang manajemen HDFA dalam Public Expose Live 2026, Selasa (8/9/2026).
Dalam penyalurannya, segmen usaha berbasis sumber daya alam seperti pertambangan dan perkebunan mendominasi portofolio pembiayaan HDFA dengan porsi mencapai hampir 50%. Sektor lain yang turut menjadi penopang penyaluran pembiayaan meliputi sektor logistik (transportasi dan pergudangan), komunikasi, serta konstruksi. Sektor-sektor ini dinilai strategis karena menjadi kontributor utama ekspor Indonesia seperti batubara, nikel, kelapa sawit, dan mineral lainnya.
Guna menangkap potensi pertumbuhan pembiayaan alat berat dan peremajaan armada- khususnya bagi pelaku UKM dan wiraswasta daerah - HDFA telah menempatkan kantor perwakilan di sejumlah wilayah strategis, seperti Samarinda, Banjarmasin, Pontianak, hingga Makassar. Langkah ekspansi regional ini diharapkan dapat mempercepat penetrasi target pembiayaan di daerah.
Kinerja Keuangan Kembali Positif
Penerapan strategi pembiayaan yang selektif ini terbukti membawa kinerja keuangan HDFA kembali ke zona positif. Pada Semester I-2026, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp1,53 miliar. Capaian ini membalikkan kondisi rugi bersih Rp82 miliar yang dicatatkan pada akhir tahun 2025, yang kala itu dipicu oleh pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sebesar Rp86,7 miliar.
Kualitas aset pembiayaan produktif perusahaan juga terjaga dengan baik. Rasio Non-Performing Financing (NPF) gross berada di tingkat 3,81%, sedangkan NPF-nett secara keseluruhan tercatat aman di level 2,62% per Juni 2026. Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat sebesar Rp2.993 miliar dan piutang pembiayaan sebesar Rp2.609 miliar. Sementara itu, total liabilitas perseroan mengalami penurunan 17,2% (yoy) menjadi Rp2.500 miliar.
Guna mendukung tercapainya target pembiayaan Rp4,1 triliun hingga akhir tahun, HDFA juga terus memperkuat kerja sama dan kemitraan strategis dengan perbankan nasional maupun internasional sebagai penyedia pendanaan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
