PACU EKSPANSI, MALINDO FEEDMILL SIAPKAN CAPEX HINGGA RP800 MILIAR TAHUN INI
Share via
Terbit Pada
29 May 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 30-04-2026, 04:31:pm
14837278
IQPlus, (29/5) - Emiten perunggasan, PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), mengumumkan rencana ekspansi agresif dengan mengalokasikan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp700 miliar hingga Rp800 miliar pada tahun 2026. Langkah taktis ini diambil perusahaan untuk memacu pengembangan kapasitas produksi dan memperkuat daya saing di pasar domestik.
Dalam gelaran Public Expose yang berlangsung Senin (25/5), manajemen mengungkapkan bahwa sebagian besar dana capex tersebut akan dialokasikan untuk membiayai proyek strategis, termasuk pembangunan pabrik pakan ternak baru. "Dana tersebut terutama digunakan untuk pembangunan pabrik pakan ternak di Lampung, serta pengembangan fasilitas peternakan breeding dan broiler," tulis Manajemen PT Malindo Feedmill dalam keterangan resminya, Senin (25/5).
Langkah ekspansi melalui kucuran capex ini sejalan dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan RUPS Luar Biasa yang telah mengesahkan rencana kerja Perseroan ke depan.
Selain menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp52 per saham, para pemegang saham juga memberikan restu atas fokus utama perusahaan dalam mengembangkan kapasitas produksi dan meningkatkan efisiensi.
Andalkan Efisiensi di Tengah Tantangan Global
Ekspansi kapasitas produksi ini dilakukan di tengah optimisme manajemen terhadap prospek industri perunggasan sepanjang tahun 2026. Optimisme tersebut didorong oleh kondisi pasar yang kondusif, stabilitas harga, serta katalis positif dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah yang dinilai mampu mengerek permintaan pasar.
Meski demikian, Malindo Feedmill tetap mewaspadai sejumlah tantangan makro, seperti volatilitas harga bahan baku global (jagung dan soybean meal), pelemahan nilai tukar Rupiah, hingga potensi kenaikan biaya logistik akibat krisis geopolitik di Selat Hormuz. Untuk memitigasi risiko pembengkakan biaya, pabrik-pabrik baru dan fasilitas operasional MAIN ke depan akan diintegrasikan dengan program efisiensi berkelanjutan. Perusahaan aktif menerapkan digitalisasi, otomatisasi, hingga pemanfaatan energi surya (solar panel) untuk menekan biaya operasional.
Kinerja Keuangan Meroket
Rencana serapan capex yang masif ini didukung oleh modal kinerja keuangan yang solid pada awal tahun. Malindo Feedmill berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp123 miliar pada Kuartal I-2026, meroket hingga 96% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Melalui kombinasi ekspansi pabrik baru di Lampung dan disiplin pengelolaan biaya, manajemen memproyeksikan tren pertumbuhan ini akan berlanjut ke Kuartal II-2026, sekaligus mencetak kinerja akhir tahun yang lebih baik dibandingkan tahun lalu. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
