PACU EKSPANSI BISNIS, TMAS SIAPKAN CAPEX Rp2,5 TRILIUN PADA 2026
Share via
Terbit Pada
02 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 29-01-2026, 10:40:am
15242614
IQPlus, (2/6) - Emiten pelayaran dan logistik terintegrasi, PT TEMAS Tbk (IDX: TMAS), menyatakan optimisme mereka dalam melanjutkan pilar strategi bisnis memasuki tahun buku 2026. Perseroan tengah bersiap menjalankan sejumlah langkah strategis, mulai dari peremajaan armada, pengembangan kapal ramah lingkungan, hingga perluasan infrastruktur pelabuhan.
Direktur Utama PT TEMAS Tbk, Ricky Effendi, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 perseroan telah berhasil menambah netto 7 armada kapal baru. Langkah ini sukses mendorong kenaikan kapasitas angkutan perusahaan sebesar 17%.
"Total armada kini mencapai 57 unit kapal dengan kapasitas angkut 28.542 TEUs dan bobot mati 464.701 DWT. Selain itu, rata-rata usia armada juga semakin membaik, dari 15 tahun pada 2023 menjadi 14 tahun pada 2024, dan turun menjadi 13 tahun pada 2025," ujar Ricky dalam keterangan resminya.
Untuk mendukung keberlanjutan ekspansi di tengah pertumbuhan industri angkutan kontainer nasional, TMAS mengalokasikan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) yang cukup besar untuk tahun ini.
Direktur Business Development PT TEMAS Tbk, Ganny Zheng, memaparkan bahwa perseroan menyiapkan dana capex sebesar Rp2,5 triliun pada tahun 2026. Alokasi terbesar dari dana tersebut akan digunakan untuk pembelian kapal baru guna meningkatkan kapasitas angkutan, peremajaan armada, pengadaan alat penunjang kegiatan pelabuhan, serta pembangunan infrastruktur pelabuhan.
"Memasuki tahun 2026, Perseroan berkomitmen melanjutkan ekspansi armada sebagai bagian dari strategi skalabilitas operasional. Fokus utama kami adalah meningkatkan kapasitas layanan sekaligus menjaga efisiensi dan daya saing perusahaan," jelas Ganny.
Diversifikasi Bisnis dan Infrastruktur
Selain fokus pada transportasi kontainer, TMAS juga tengah melakukan diversifikasi usaha ke sektor energi bersih. Ganny menyebutkan bahwa perseroan sedang mempersiapkan operasional pabrik LNG (Liquefied Natural Gas) yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester II-2026.
Di sisi infrastruktur dan logistik terintegrasi, TMAS melanjutkan kerja sama skema Build-Operate-Transfer (BOT) dengan PT Pelindo Terminal Petikemas. Kerja sama ini ditujukan untuk memperluas dermaga di Tanjung Priok dari kapasitas panjang awal 340 meter menjadi 485 meter. Proyek ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi kapasitas operasional jangka panjang perusahaan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
