OPTIMISTIS KINERJA 2026 TUMBUH, CLPI TARGETKAN PENJUALAN TEMBUS RP1 TRILIUN
Share via
Terbit Pada
18 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 30-10-2025, 11:00:am
16829361
IQPlus, (18/6) - PT Colorpak Indonesia Tbk (CLPI) tetap optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan kinerja sepanjang 2026 meski masih menghadapi tantangan berupa ketidakpastian geopolitik global dan depresiasi nilai tukar rupiah yang berdampak pada berbagai sektor industri di Indonesia.
Direktur CLPI Antoni Gunawan mengatakan Perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 10% pada tahun ini. Dengan target tersebut, pendapatan perusahaan diproyeksikan dapat melampaui Rp1 triliun.
"Isu geopolitik perang Iran-AS dan Israel sepertinya mulai mereda. Ini menjadi sinyal positif, sehingga kami yakin industri ini masih bisa bertumbuh dan penjualan kami dapat naik sekitar 10%," ujar Antoni usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Menurut Antoni, ketegangan geopolitik menjadi salah satu sentimen utama yang memengaruhi kinerja Perseroan pada awal tahun. Meski demikian, CLPI masih mampu mencatatkan pertumbuhan laba pada kuartal I-2026.
Hingga akhir Maret 2026, laba bersih Perseroan tercatat sebesar Rp15,42 miliar atau tumbuh sekitar 4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, laju pertumbuhan tersebut dinilai melambat akibat dampak konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
"Net profit kuartal I-2026 sebesar Rp15,42 miliar, masih tumbuh 4% secara tahunan. Namun pertumbuhannya memang melambat karena pengaruh perang di Timur Tengah," katanya.
Untuk mencapai target tahun ini, CLPI akan mengoptimalkan basis pelanggan yang sudah ada dengan meningkatkan kontribusi pelanggan yang selama ini memiliki porsi pembelian relatif kecil, sembari mempertahankan pelanggan utama yang telah memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan.
Selain itu, Perseroan juga akan mendorong pertumbuhan penjualan di tengah persaingan industri yang semakin ketat, terutama pada segmen produk dan peralatan percetakan yang menghadapi masuknya produk impor dari China.
"Persaingan memang ketat. Untuk produk printer misalnya, banyak barang impor dari China yang masuk ke pasar. Namun impor juga memiliki struktur biaya tersendiri, sehingga kami tetap optimistis dapat menjaga pertumbuhan kinerja," ujar Antoni.
CLPI memperkirakan komposisi pendapatan tahun ini masih akan didominasi oleh penjualan tinta cetak dengan kontribusi sekitar 60%, sementara kegiatan perdagangan (trading) menyumbang sekitar 40%. Produksi tersebut ditopang oleh dua fasilitas manufaktur Perseroan yang berlokasi di Tangerang, Banten, dan Gresik, Jawa Timur.
Berdasarkan komposisi penjualan saat ini, produk tinta menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 58%, disusul produk adhesive sebesar 26%, film belasan persen, serta produk lainnya.
Meski menargetkan peningkatan penjualan, Perseroan belum berencana melakukan ekspansi besar melalui belanja modal (capital expenditure/capex) pada tahun ini. Anggaran investasi hanya akan dialokasikan untuk kebutuhan operasional dan pengadaan peralatan dalam skala terbatas.
"Tidak ada anggaran capex yang signifikan. Hanya untuk kebutuhan-kebutuhan kecil yang sifatnya mendukung operasional," kata Antoni. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
