BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

OPTIMALKAN MESIN CNC, HETZER MEDICAL INDONESIA BERSIAP TAMBAH BIDANG USAHA BARU

Terbit Pada

18 June 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 17-06-2026, 02:01:pm

16828433

IQPlus, (18/6) - Emiten yang bergerak di industri peralatan kesehatan, PT Hetzer Medical Indonesia Tbk, berencana melakukan ekspansi bisnis dengan menambah kegiatan usaha baru di bidang jasa penunjang industri fabrikasi logam. Langkah strategis ini diambil guna mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas mesin manufaktur modern yang telah dimiliki oleh perseroan.

Berdasarkan dokumen keterbukaan informasi yang diterbitkan direksi perseroan pada 17 Juni 2026, emiten berkode saham MEDS ini akan mengajukan penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 25999 dengan fokus pada penyediaan jasa machining presisi untuk komponen industri, seperti produksi heatsink dan suku cadang otomotif.

Direktur Utama PT Hetzer Medical Indonesia Tbk, dr. Yenny Marlina, menegaskan bahwa rencana perluasan usaha ini memiliki keselarasan dengan kompetensi teknis perseroan yang berpusat di Kota Cimahi. Saat ini, pabrik perseroan telah mengoperasikan beberapa unit mesin Computer Numerical Control (CNC) berteknologi tinggi, seperti HAAS ST10-Y, HAAS ST10, dan HAAS VF2.

Dalam skema bisnis baru ini, bahan baku atau material utama nantinya akan disediakan oleh pihak pemberi pekerjaan (pelanggan), sementara perseroan berperan penuh dalam proses pengerjaan atau pemesinan dengan memanfaatkan fasilitas produksi dan keahlian teknis yang ada.

Rencana diversifikasi usaha ini juga telah didukung penuh oleh laporan studi kelayakan independen dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Budi, Edy, Saptono dan Rekan (KJPP BEST) per tanggal 3 Juni 2026. Berdasarkan analisis komprehensif yang mencakup kelayakan pasar, teknis, model manajemen, hingga aspek finansial, proyek baru ini dinyatakan sangat layak untuk dijalankan.

Manajemen meyakini bahwa ekspansi ini akan menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan bisnis perseroan ke depan. Dari sisi keuangan, investasi pengembangan usaha ini dianggarkan sebesar Rp 8,97 miIiar yang dialokasikan untuk pengadaan mesin tambahan HISION, biaya instalasi, serta pembuatan safety room. Bisnis fabrikasi logam ini diproyeksikan langsung mencetak laba bersih sebesar Rp 4,40 miliar pada tahun pertama berjalan (2026) dan diperkirakan meningkat menjadi Rp 5,60 miliar pada tahun 2027.

Perhitungan indikator keuangan juga menunjukkan performa kuat dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 134,09% dan periode pengembalian modal (payback period) yang relatif singkat, yaitu 1 tahun 9 bulan. Untuk mendukung operasional lini bisnis tersebut, perseroan membutuhkan 1 tenaga ahli profesional dan 64 tenaga kerja teknis lulusan SMK Teknik Mesin.

Hingga saat ini, perseroan telah merekrut 27 orang karyawan secara lokal dari wilayah sekitar Kota Cimahi dan akan terus menambahnya secara bertahap seiring berjalannya proyek. Penyerapan tenaga kerja lokal ini diharapkan mampu memberikan dampak sosial-ekonomi yang positif bagi masyarakat di sekitar area operasional pabrik perseroan. Sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17/POJK/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, rencana ini wajib memperoleh persetujuan para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada Senin, 22 Juni 2026, di Kantor Pusat Perseroan, Cimahi Selatan.

Manajemen memastikan bahwa penambahan kegiatan usaha ini tidak mengandung benturan kepentingan serta bukan merupakan transaksi afiliasi. Perubahan ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan perseroan, memperbaiki posisi ekuitas, serta memberikan nilai tambah yang optimal bagi seluruh pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada Senin, 22 Juni 2026, di Kantor Pusat Perseroan, Cimahi Selatan.

Manajemen memastikan bahwa penambahan kegiatan usaha ini tidak mengandung benturan kepentingan serta bukan merupakan transaksi afiliasi. Perubahan ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan perseroan, memperbaiki posisi ekuitas, serta memberikan nilai tambah yang optimal bagi seluruh pemegang saham. (end)