BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    OPTIMALISASI SMELTER DAN PASOKAN EMAS DORONG PERTUMBUHAN PRODUKSI ANTAM

    Terbit Pada

    28 April 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 28-04-2026, 10:30:am

    11739931

    IQPlus, (28/4) - PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan pada Triwulan Pertama tahun 2026 (1Q26). Capaian laba bersih sebesar Rp3,66 triliun, yang meningkat 58% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong oleh fundamental operasional dan optimalisasi produksi di berbagai lini komoditas.

    Optimalisasi Operasional dan Hilirisasi

    Kenaikan profitabilitas ini merupakan hasil dari eksekusi operasional yang solid. Salah satu faktor kunci adalah mulai beroperasinya pabrik Smelter Grade Alumina (SGA) yang memperkuat segmen bauksit dan alumina. Selain itu, kinerja segmen nikel yang optimal serta penguatan sourcing emas turut menjaga kesinambungan pasokan Perusahaan.

    Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menyatakan bahwa implementasi strategi operasional yang tangguh serta pengendalian biaya yang disiplin menjadi kunci utama. "Operational excellence di seluruh aktivitas operasional dilakukan guna mewujudkan bisnis yang berkelanjutan," ungkapnya dalam keterangan tertulis.

    Berdasarkan data operasional kuartal I 2026, PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kinerja positif di segmen nikel dengan produksi bijih nikel mencapai 3,88 juta wet metric ton (wmt). Sementara itu, produksi feronikel tercatat sebesar 3.976 ton nikel dalam feronikel (TNi).

    Pada segmen emas, volume penjualan emas ANTAM mencapai 8.464 kilogram. Untuk memperkuat jaminan pasokan bahan baku jangka panjang, perusahaan juga telah menandatangani Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) dengan Merdeka Grup pada awal Maret 2026.

    Di segmen bauksit dan alumina, produksi bauksit ANTAM tercatat sebesar 628.785 wmt. Sejalan dengan optimalisasi pabrik Chemical Grade Alumina (CGA), produksi alumina meningkat 13% menjadi 49.566 ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Kondisi Keuangan yang Tangguh

    Peningkatan volume produksi ini berimbas langsung pada angka-angka finansial Perusahaan. Penjualan bersih ANTAM tercatat tumbuh 12% menjadi Rp29,32 triliun, dengan dominasi pasar domestik sebesar 97%.

    Seiring dengan kenaikan aset sebesar 31% menjadi Rp63,30 triliun, ANTAM optimis dapat menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika global seperti fluktuasi harga komoditas dan ketegangan geopolitik. (end)