OPERASIONAL AMAN, PGUN PASTIKAN DAMPAK KARHUTLA SANGAT MINIM
Share via
Terbit Pada
14 October 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 17-09-2026, 03:00:pm
28654817
IQPlus, (14/10) - PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional perkebunan dan pengolahan kelapa sawit di wilayah konsesi mereka berjalan normal tanpa adanya penghentian operasional tidak terencana (unplanned shutdown) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam surat tanggapan resmi yang ditandatangani oleh Direktur Utama PT Pradiksi Gunatama Tbk, Jonet Budiarto, pada 14 Oktober 2026, perseroan menjelaskan bahwa seluruh aktivitas bisnisnya terpusat di satu wilayah geografis, yakni Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur (meliputi Kecamatan Batu Engau dan sekitarnya).
Wilayah konsesi dan pabrik kelapa sawit (PKS) di daerah ini menyumbang 100% total produksi Minyak Kelapa Sawit (CPO) dan Inti Sawit (PK), serta memberikan kontribusi penuh terhadap pendapatan perseroan. Seluruh hasil produksi CPO tersebut dialokasikan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan FAME perusahaan afiliasi, yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk.
Terkait isu karhutla di sekitar area konsesi, manajemen memastikan bahwa dampak finansial yang ditimbulkan bersifat sangat terisolasi dan immaterial terhadap keseluruhan pendapatan serta laba bersih perusahaan. Aset biologis berupa tanaman kelapa sawit maupun aset tetap seperti pabrik, alat berat, dan infrastruktur terpelihara dengan baik, sehingga tidak ada kerusakan aset material yang memerlukan penghapusan (write-off) berskala besar.
Guna mengantisipasi dan menanggulangi ancaman karhutla secara efektif, perseroan menerapkan pendekatan terpadu yang terbagi menjadi strategi jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek, Pradiksi Gunatama telah membentuk Satgas Karhutla yang dilengkapi dengan regu patroli, pemantauan titik panas (hotspot) berbasis satelit secara real-time, penyediaan peralatan pemadaman seperti pompa air portabel dan truk air, serta penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) respons cepat yang didukung komunikasi lintas sektoral bersama BPBD, TNI, Polri, Dinas Kehutanan, dan Manggala Agni.
Sementara itu, untuk strategi jangka panjang, perseroan mengimplementasikan sistem tata air (water management) untuk menjaga kelembapan lahan, menegakkan kebijakan zero burning (pembukaan lahan tanpa bakar) secara ketat, serta merangkul masyarakat sekitar melalui program Desa Bebas Api (MBA).
Hingga saat ini, manajemen menegaskan bahwa perseroan tidak sedang menghadapi maupun berpotensi menghadapi sanksi administratif berat seperti penyegelan lahan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)- atau proses hukum perdata maupun pidana. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
