BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    OJK : OPTIMISME IHSG KE 10.000 PERLU FUNDAMENTAL EKONOMI YANG SOLID

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    09 January 2026

    00855048

    IQPlus, (9/1) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan optimisme terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diharapkan menyentuh level 10.000 pada tahun ini perlu ditopang oleh fundamental ekonomi nasional yang solid serta peran investor domestik.

    "Tentunya, bilamana fundamental ekonomi Indonesia itu solid dan peran investor domestik meningkat, rasanya level tersebut bukan tidak mungkin untuk dapat tercapai," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi dalam konferensi pers RDKB Desember 2025 secara daring di Jakarta, Jumat.

    Inarno juga menekankan pentingnya untuk mencermati bahwa pergerakan indeks, selain dipengaruhi oleh faktor fundamental emiten itu sendiri, juga dipengaruhi oleh berbagai faktor baik domestik maupun global.

    Ia pun kembali mengingatkan bahwa keputusan dalam berinvestasi tetap perlu diiringi dengan kewaspadaan serta pengelolaan risiko yang baik.

    Adapun dari sisi regulator, pihaknya terus memastikan bahwa pasar berjalan secara teratur, wajar dan efisien.

    "Kami juga mendorong terciptanya ekosistem pasar modal yang sehat, berintegritas agar potensi pertumbuhan indeks maupun instrumen lainnya bisa tercapai secara berkelanjutan, bukan hanya karena momentum jangka pendek," kata dia.

    Pada tahun ini, beberapa kebijakan di pasar saham yang juga perlu menjadi perhatian antara lain peningkatan kualitas emiten melalui penyesuaian aturan batas free float saham serta peningkatan peran investor institusi baik global maupun domestik.

    Terkait kebijakan free float, Inarno mengatakan bahwa hal ini merupakan kebijakan pendalaman pasar dengan spektrum jangka panjang sehingga dalam penyusunannya perlu pertimbangan yang matang dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan termasuk asosiasi hingga investor institusi.

    Saat ini, ujar dia, OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang melakukan evaluasi dan penyempurnaan kebijakan free float secara komprehensif, dengan mempertimbangkan aspek seperti peningkatan likuiditas, perlindungan investor, minat investor, besaran market cap, daya serap pasar, masa transisi yang sesuai, dan upaya menjaga minat korporasi domestik untuk go public.

    "Tentunya dengan memperhatikan kondisi dan juga dinamika pasar, kebijakan free float ini rencananya kita terbitkan pada tahun 2026. Tentunya bertahap," kata Inarno. (end/ant)