OJK: LITERASI KEUANGAN PENTING CEGAH PENIPUAN BERKEDOK INVESTASI
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
14 August 2026
22538306
IQPlus, (14/8) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai peningkatan literasi keuangan penting untuk mencegah masyarakat menjadi korban penipuan berkedok investasi karena masih terdapat kesenjangan antara pemahaman dan penggunaan produk serta layanan jasa keuangan.
Kepala Kantor OJK Purwokerto Dinavia Tri Riandari di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat, mengatakan berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan nasional mencapai 69,57 persen, sedangkan inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.
"Dari 100 orang, 69 orang yang paham, mengetahui, memahami, memiliki keterampilan dalam menentukan sikap, perilaku, dan pengambilan keputusan terkait keuangan. Sementara 93 orang sudah menggunakan produk layanan jasa keuangan," katanya dalam diskusi "Membangun Literasi Investasi untuk Melindungi Masyarakat dari Penipuan Berkedok Investasi" yang digelar Forum Wartawan Ekonomi (Warek) Semarang itu.
Menurut dia, kesenjangan tersebut menjadi pekerjaan bersama karena masyarakat yang menggunakan produk keuangan belum tentu memahami manfaat, risiko, hak, dan kewajiban produk yang digunakan.
Dia mengatakan kondisi itu dapat meningkatkan kerentanan terhadap kejahatan keuangan digital, kesalahan penggunaan produk, penyalahgunaan identitas, hingga penipuan berkedok investasi. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
