MUDIK 2026 DONGKRAK PENJUALAN, ASLC TARGETKAN TUMBUH DOBEL DIGIT
Share via
Terbit Pada
19 February 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 12-02-2026, 04:30:pm
04951178
IQPlus, (19/2) - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) memproyeksikan peningkatan permintaan mobil bekas menjelang periode Mudik Lebaran 2026, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan moda transportasi pribadi yang andal dan terjangkau.
Perseroan yang bergerak di bisnis lelang (JBA), penjualan ritel mobil bekas (Caroline.id), dan pegadaian (MotoGadai) ini menilai tradisi mudik serta lonjakan mobilitas selama Lebaran akan menjadi pendorong utama kenaikan permintaan mobil bekas. Secara historis, momentum musiman ini konsisten memberikan kontribusi positif terhadap penjualan perusahaan.
Untuk itu, ASLC telah memperkuat ketersediaan stok kendaraan berkualitas dan kompetitif di berbagai titik showroom Caroline.id. Dengan demikian, menjelang Ramadan dan Lebaran, konsumen memiliki lebih banyak pilihan unit kendaraan bekas siap pakai.
Selain itu, ASLC juga mengoptimalkan platform digital serta jaringan online-to-offline yang aman dan terpercaya. Perseroan memastikan setiap mobil bekas telah melalui proses inspeksi ketat agar kondisi mesin dan kelengkapan dokumen tetap prima, sehingga memberikan rasa aman selama perjalanan mudik.
Di sisi lain, unit bisnis lelang JBA turut memanfaatkan momentum ini dengan memperkuat pasokan unit kendaraan dan memperluas akses lelang berbasis digital. Sebagaimana terjadi setiap tahun, menjelang Lebaran aktivitas lelang kendaraan berpotensi meningkat seiring kebutuhan dealer dan pelaku usaha untuk memenuhi lonjakan permintaan pasar.
Secara keseluruhan, perseroan melihat prospek bisnis yang cerah pada 2026. Optimisme ASLC didasarkan pada fundamental pasar yang dinilai tetap kuat.
Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari, Jany Candra, mengatakan, "Jelas bisa kita lihat bahwa mobil bekas selalu menjadi alternatif rasional di tengah daya beli yang selektif. Mobil bekas menawarkan harga yang lebih terjangkau dibanding mobil baru serta memberikan pilihan unit yang variatif sesuai kebutuhan konsumen."
Melihat prospek tersebut, perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan dobel digit sepanjang 2026. Keyakinan untuk mencapai target tersebut semakin kuat seiring penerapan strategi ekspansi jaringan yang berkelanjutan, optimalisasi ekosistem omnichannel bisnis mobil bekas, serta kesiapan perseroan memanfaatkan setiap momentum, termasuk Lebaran yang akan segera tiba, untuk mengungkit pendapatan.
Dari sisi kinerja, hingga kuartal III 2025 perseroan mencatatkan pendapatan tumbuh 15% secara tahunan menjadi Rp713,0 miliar dengan laba bersih sebesar Rp33,9 miliar.
"Dengan menjaga kualitas melalui proses inspeksi ketat serta menghadirkan transparansi harga dan kondisi kendaraan, ASLC memusatkan perhatian pada pertumbuhan berkelanjutan dan profitabilitas bisnis," tutup Jany Candra. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
