BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    MOODYS TETAPKAN PERINGKAT Baa2 UNTUK DANANTARA INVESTMENT MANAGEMENT

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    03 June 2026

    15353845

    IQPlus, (3/6) - Lembaga pemeringkat global Moody's Ratings (Moody's) memberikan peringkat emiten Baa2 untuk pertama kalinya kepada PT Danantara Investment Management (DIM), namun menetapkan outlook negatif sejalan dengan prospek peringkat utang pemerintah Indonesia.

    Moody's menetapkan peringkat sementara Baa2 untuk program surat utang jangka menengah (MTN) global senior tanpa jaminan yang diterbitkan oleh DIM dan memberikan peringkat Baa2 untuk rencana penerbitan surat utang senior tanpa jaminan oleh DIM, yang semua prospek peringkat tersebut ditetapkan negatif.

    "Peringkat emiten Baa2 Danantara Investment Management dengan prospek negatif ini diselaraskan dengan peringkat kedaulatan (sovereign rating) pemerintah Indonesia (Baa2 negatif), yang didukung oleh hubungan kredit yang kuat, termasuk struktur kepemilikannya di dalam kerangka institusional Danantara serta ekspektasi kami akan adanya dukungan luar biasa yang tepat waktu dari pemerintah," ujar Vice President dan Analis Senior Moody's Ratings, Rachel Chua sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

    Moody's menyatakan peringkat emiten Baa2 DIM diselaraskan dengan peringkat kedaulatan Baa2 pemerintah Indonesia, yang mencerminkan hubungan kredit yang kuat antara DIM dan pemerintah.

    Adapun, hubungan tersebut mencakup struktur kepemilikan DIM, perannya di dalam BPI Danantara, dan ekspektasi Moody's terhadap adanya dukungan luar biasa yang tepat waktu dari pemerintah.

    Kemudian, Moody's mengklasifikasikan DIM sebagai emiten terkait pemerintah atau Government Related Issuer (GRI), dan menerapkan pendekatan top-down.

    Selain itu, tidak ada Penilaian Kredit Dasar atau Baseline Credit Assessment (BCA) yang diberikan, mencerminkan tahap perkembangan DIM yang baru lahir, rekam jejak yang terbatas, dan tidak adanya operasi mandiri yang signifikan.

    "Oleh karena itu, peringkat ini utamanya didorong oleh keterkaitan kedaulatan (sovereign linkage) alih-alih kekuatan kredit mandiri," ujar Rachel.

    Moody's mempertimbangkan tingginya tingkat pengawasan pemerintah dan integrasi tata kelola, yang mendukung kemungkinan sangat tinggi akan adanya dukungan luar biasa yang tepat waktu.

    Adapun, integrasi tata kelola lebih lanjut diperkuat oleh adanya tumpang tindih (overlap) pada manajemen senior dan perwakilan dewan antara BPI Danantara dan DIM, yang mendukung penyelarasan strategi dan eksekusi investasi.

    Moody's menilai anggaran tahunan DIM yang dikonsolidasikan ke dalam anggaran keseluruhan BPI Danantara dan disetujui oleh 11 anggota Dewan Pengawas BPI Danantara, termasuk sembilan menteri aktif selain Ketua, akan menyediakan jalur langsung bagi pengawasan yang terkait dengan pemerintah atas alokasi sumber daya dan prioritas strategis DIM.

    Selain itu, kerangka hukum juga mensyaratkan rencana kerja korporasi dan anggaran tahunan DIM untuk dikonsultasikan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

    Moody's menilai keputusan investasi DIM diatur oleh kerangka kerja persetujuan yang terstruktur, yang mana proposal investasi tunduk pada proses persetujuan bertingkat -mulai dari Komite Investasi internal DIM hingga Direksi dan Dewan Komisaris, dan berpotensi hingga BPI Danantara sebagai pemegang saham tunggal- tergantung pada ukuran transaksi dan materialitasnya.

    "Sehingga memperkuat kedalaman pengawasan terhadap aktivitas investasi DIM," ujar Rachel.

    Kemudian, Moody's menilai integrasi keuangan dalam struktur Danantara mendukung likuiditas DIM dan menegaskan kerangka kerja dukungan tersebut.

    Di bawah struktur arus dana grup, dividen BUMN dikumpulkan di BPI Danantara dan kemudian dialokasikan, dengan sebagian disuntikkan ke DIM sebagai ekuitas untuk penempatan investasi.

    Lalu, Moody's melihat bahwa DIM telah menerima suntikan modal awal sebesar Rp70 triliun pada tahun 2025, dengan tambahan Rp50 triliun yang diperkirakan pada tahun 2026.

    Selain itu, dengan tunduk pada persetujuan dewan pengawas, BPI Danantara memiliki wewenang untuk bertindak sebagai penjamin bagi DIM, yang memperkuat kekuatan hubungan keuangan di dalam struktur tersebut.

    "Prospek negatif pada peringkat DIM diselaraskan dengan prospek negatif pada peringkat kedaulatan pemerintah Indonesia, mencerminkan hubungan kredit yang kuat di antara keduanya," ujar Rachel.

    Moody's menilai likuiditas DIM sangat baik yang didukung oleh suntikan modal yang diterima dari BPI Danantara.

    DIM dinilai telah membangun saluran pendanaan eksternal, termasuk Rp68,4 triliun yang dihimpun melalui penerbitan Patriot Bonds (Obligasi Patriot) dan 10 miliar dolar AS fasilitas kredit bergulir (revolving credit facilities), yang mana 1 miliar dolar AS di antaranya telah berkomitmen.

    Moody's melihat fasilitas kredit bergulir tersebut yang telah ditarik sebagian untuk penempatan dana ke reksa dana swasta (private funds) dan investasi terkait real estat. Perusahaan memperkirakan akan ada penarikan lebih lanjut seiring dengan berlanjutnya penempatan modal.

    "DIM tidak memiliki kewajiban untuk membayar dividen dan tidak memiliki utang yang jatuh tempo dalam dua hingga tiga tahun ke depan," ujar Rachel.

    Selanjutnya, Moody's menyatakan bahwa pertimbangan tata kelola (governance) merupakan pendorong utama dari peringkat ini.

    Hal tersebut mencerminkan kepemilikan penuh pemerintah atas DIM melalui BPI Danantara serta tingginya tingkat pengawasan pemerintah terhadap strategi, pendanaan, dan keputusan investasinya.

    "Fitur-fitur ini mendukung ekspektasi kami akan adanya dukungan luar biasa yang tepat waktu dari Pemerintah Indonesia."ujar Rachell. (end/ant)