MOLI SIAPKAN CAPEX Rp350 MILIAR UNTUK TINGKATKAN KAPASITAS DAN EFISIENSI
Share via
Terbit Pada
10 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 05-06-2026, 04:32:pm
16027665
IQPlus, (10/6) - Produsen etanol dan karbondioksida cair, PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI), mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp350 miliar pada Tahun Buku 2026. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat kapasitas produksi, meningkatkan efisiensi operasional, serta mempersiapkan perseroan menangkap peluang pertumbuhan industri etanol di masa mendatang.
Direktur Utama MOLI, Jose Gonjoran Tan, mengatakan alokasi capex tersebut akan difokuskan pada investasi peralatan distilasi baru, pengembangan lini produksi liquid CO2, pengadaan boiler, serta berbagai peralatan pendukung lainnya. Pernyataan itu disampaikan dalam Public Expose yang digelar di Jakarta, Selasa (9/6).
Menurut Jose, investasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menekan biaya operasional melalui proses produksi yang lebih efisien. Selain itu, langkah tersebut juga membuka peluang bagi perseroan untuk mengembangkan produk etanol dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
"Investasi ini diharapkan bisa meningkatkan kapasitas produksi, mendorong efisiensi proses dan biaya produksi, serta membuka peluang pengembangan produk etanol," ujarnya.
Perseroan mengakui industri etanol nasional saat ini menghadapi sejumlah tantangan. MOLI mengidentifikasi tiga faktor utama yang menekan industri, yakni kelebihan pasokan (oversupply) etanol non-fuel grade di pasar domestik, belum optimalnya pengendalian regulasi ekspor bahan baku ke negara lain, serta meningkatnya biaya energi.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, MOLI menerapkan strategi yang berfokus pada pengembangan pasar khusus (niche market) dengan kebutuhan produk berkualitas tinggi dan margin yang lebih baik, terutama di pasar ekspor. Perseroan juga memperkuat kegiatan riset dan pengembangan (R&D) guna menghasilkan produk-produk baru yang memiliki nilai tambah lebih besar.
Di sisi lain, kenaikan biaya energi direspons melalui investasi pada teknologi dan fasilitas produksi yang lebih efisien. Jose menjelaskan, pengadaan boiler baru dan modernisasi fasilitas produksi diharapkan dapat menurunkan konsumsi energi per unit produksi sehingga menjaga daya saing perusahaan. "Strategi ini sejalan dengan fokus perusahaan untuk berinvestasi pada teknologi baru yang membutuhkan konsumsi energi lebih rendah," katanya.
Selain menjawab tantangan jangka pendek, investasi tersebut juga menjadi bagian dari persiapan MOLI menghadapi prospek pertumbuhan industri etanol dalam jangka menengah dan panjang. Perseroan menyoroti rencana pemerintah untuk menerapkan mandatori pencampuran etanol dengan bensin secara bertahap, dimulai dari E5 pada Juli 2026 dan meningkat menjadi E10 pada 2028. Kebijakan tersebut diperkirakan akan mendorong kebutuhan fuel-grade ethanol hingga mencapai 1,2 juta kiloliter pada 2030.
Meski harga etanol masih menghadapi tekanan dan kondisi geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah, masih berpotensi memengaruhi perekonomian, Jose tetap optimistis terhadap prospek usaha perseroan. Ia meyakini kinerja MOLI pada 2026 dapat mempertahankan capaian positif yang telah dibukukan sepanjang 2025.
Dengan alokasi capex Rp350 miliar tersebut, MOLI tidak hanya berupaya memperbesar skala usaha, tetapi juga memperkuat efisiensi operasional, meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar bernilai tambah, serta menyiapkan kapasitas produksi untuk menangkap peluang pertumbuhan industri etanol seiring implementasi program E5 dan E10 di Indonesia. (end)
