BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    MMIX PAPARKAN TURNAROUND KINERJA 2025

    Terbit Pada

    26 January 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 02-04-2026, 02:51:pm

    02526946

    IQPlus, (26/1) - PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) memaparkan capaian kinerja dan strategi pertumbuhan perusahaan dalam program Closing Bell - Customer Report di CNBC Indonesia hari ini.

    Dalam kesempatan tersebut, manajemen MMIX menegaskan keberhasilan perusahaan melakukan turnaround kinerja sepanjang 2025 serta menyampaikan outlook bisnis yang berfokus pada pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan.

    Sebelum melangkah ke 2026, MMIX meninjau kembali perjalanan bisnis sepanjang 2025, di mana perusahaan berhasil melakukan turnaround kinerja dengan membalikkan posisi rugi menjadi laba sebesar Rp2,1 miliar pada kuartal III 2025. Pencapaian ini didorong oleh penerapan efisiensi biaya produksi, logistik, dan operasional secara menyeluruh, perbaikan bauran produk yang lebih sehat, strategi pengelolaan persediaan yang lebih disiplin, penguatan jaringan distribusi serta penetrasi pasar, hingga fokus berkelanjutan pada kualitas pendapatan.

    Dari sisi top line, pendapatan MMIX pada Q3 2025 tumbuh 85% secara tahunan (YoY) menjadi Rp137,9 miliar. Segmen baby care, khususnya produk popok bayi, menjadi kontributor utama pertumbuhan, sementara segmen personal care turut menopang kinerja melalui peningkatan permintaan pasar dan strategi distribusi yang lebih optimal

    Dalam siaran pers (24/1) Manajemen MMIX juga menegaskan komitmen dalam menjaga momentum profitabilitas hingga akhir tahun buku 2025 melalui pengendalian biaya berkelanjutan tanpa menurunkan kualitas, fokus pada produk dengan margin sehat, distribusi yang efisien, serta pengelolaan persediaan yang ketat. Tahun 2025 diposisikan sebagai tahun pemulihan fundamental, dengan target laba berkelanjutan dan margin yang semakin sehat melalui pendekatan yang tetap prudent.

    Memasuki 2026, MMIX menetapkan arah bisnis dengan menempatkan segmen baby care sebagai growth engine utama, disertai diversifikasi produk secara selektif di kategori personal care dan adult care. Perusahaan menargetkan pertumbuhan yang terkontrol dan berkualitas, sejalan dengan dinamika pasar FMCG Indonesia yang diproyeksikan tumbuh 6-9% YoY di 2026, dengan segmen Baby & Child Care diperkirakan tumbuh 8-11% YoY menjadi USD 1,8 Billion dan Personal Care & Beauty sebesar 9-12% YoY. menjadi USD 2,5 Billion Kontribusi segmen Mom & Baby diproyeksikan tetap dominan, yakni sekitar 40-50% dari total pendapatan MMIX di 2026, didukung oleh peningkatan produktivitas pabrik popok bayi dan dewasa.

    Di sisi lain, lini tisu basah dan produk hygiene diperkirakan berkontribusi 15-20% terhadap revenue 2026, seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk kebersihan dan kebutuhan harian.

    Melihat pergeseran perilaku konsumen yang tercermin dalam data penjualan periode 2023-2025, MMIX menilai bahwa konsumen, khususnya generasi Gen Z dan Alpha, semakin berperan sebagai smart buyer dengan keterbukaan akses informasi yang luas dan mandiri. Konsumen menjadi lebih rasional dan berorientasi pada value, dengan preferensi yang meningkat terhadap produk praktis dan multifungsi.

    Fleksibilitas kemasan, baik dalam bentuk small pack maupun value pack, menjadi semakin relevan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Di sisi lain, dominasi kanal digital dan pendekatan omnichannel memperkuat perubahan pola belanja, mendorong MMIX untuk menyesuaikan strategi produk FMCG 2026 agar lebih adaptif, transparan, dan selaras dengan perilaku konsumen yang semakin cerdas dan informatif.

    Dalam jangka menengah hingga panjang, MMIX menargetkan transformasi bisnis menjadi perusahaan FMCG berbasis manufaktur dan brand, dengan pertumbuhan pendapatan 10-15% per tahun pada periode 2026-2030. Struktur pendapatan akan dibuat semakin seimbang antara segmen mom & baby, hygiene, dan beauty care, dengan fokus pada diferensiasi produk, efisiensi manufaktur lokal, serta penguatan profitabilitas dan arus kas.

    "Perbedaan utama antara house brand dan private label terletak pada tingkat kontrol dan arah strategis pengembangan produk. Pada house brand, perusahaan memiliki kendali penuh terhadap inovasi, kualitas, positioning, hingga pengelolaan brand jangka panjang, sementara private label lebih berfokus pada pemenuhan kebutuhan mitra ritel dengan spesifikasi tertentu," jelas Mengky Mangarek

    Mengky Mangarek menyampaikan bahwa private label di Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang signifikan ke depan, seiring dengan semakin rasionalnya konsumen yang berorientasi pada value serta keterbukaan terhadap alternatif produk dengan kualitas yang kompetitif. Namun demikian, pertumbuhan tersebut akan sangat ditentukan oleh konsistensi kualitas, efisiensi biaya, serta kemampuan mitra manufaktur dalam menjaga standar produk secara berkelanjutan".

    Melalui paparan di CNBC Closing Bell ini, MMIX menegaskan arah bisnis 2026 yang dibangun di atas fundamental yang solid, strategi pertumbuhan yang terukur, dan komitmen kuat terhadap kualitas serta nilai bagi konsumen. (end)