MINYAK MEROKET, BAHLIL PERCEPAT MANDATORI CAMPURAN ETANOL KE BBM
Share via
Kategori
Komoditi
Terbit Pada
09 March 2026
06749370
IQPlus, (9/3) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akan mempercepat penerapan kebijakan mandatori campuran bioetanol ke bahan bakar minyak (BBM), sebagai respons harga minyak dunia yang meroket hingga tembus 118 dolar AS per barel.
"Karena kalau harga minyak fosilnya bisa melampaui 100 dolar AS per barel, maka itu akan lebih murah kalau kita blending (campur)," ujar Bahlil ketika dijumpai di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin.
Bahlil sebelumnya berencana untuk mewajibkan kandungan etanol sebesar 20 persen pada bahan bakar minyak (BBM) atau E20 pada 2028 untuk mengurangi impor bensin.
Kebijakan tersebut dapat diimplementasikan lebih cepat apabila melihat bagaimana dinamika geopolitik di Timur Tengah mempengaruhi negara-negara yang masih bergantung dengan energi fosil.
"Kami bikin mandatori untuk bensin dan itu lebih bersih," ucap Bahlil.
Selain mandatori E20, Bahlil juga berencana untuk mempercepat implementasi kebijakan biodiesel 50 persen atau B50. B50 merupakan bahan bakar campuran yang terdiri atas 50 persen solar dan 50 persen bahan bakar nabati (BBN) berbasis kelapa sawit.
Saat ini, Indonesia menerapkan mandatori B40, sementara mandatori B50 masih di dalam kajian.
"Jadi, ada beberapa langkah yang akan kami lakukan. Sudah barang tentu dengan kondisi yang ada, maka pemerintah berpikir untuk mencari alternatif terbaik dalam rangka menjaga pasokan energi nasional," kata Bahlil. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
