MINE CATATKAN PENDAPATAN RP676,19 MILIAR SELAMA Q1 2026
Share via
Terbit Pada
02 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 17-04-2026, 02:21:pm
15236919
IQPlus, (2/6) - PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) atau STM, perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang pertambangan dan penggalian lainnya, melanjutkan tren pertumbuhan positif selama Kuartal satu (Q1) tahun 2026. MINE bukukan pendapatan usaha sebesar Rp676,19 miliar atau naik 18,1% pada Q1-2026 dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2025.
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh lini bisnis jasa penambangan yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp608,13 miliar atau tumbuh 9,4%, dengan kontribusi sebesar 89,9% terhadap total pendapatan Perseroan selama periode berjalan. Capaian ini sejalan dengan keberlanjutan aktivitas operasional pada sejumlah proyek yang dijalankan bersama mitra strategis Perseroan di sektor pertambangan.
Direktur Utama PT Sinar Terang Mandiri Tbk., Ivo Wangarry menyebutkan pertumbuhan di awal tahun 2026 merupakan wujud komitmen Perseroan dalam menjaga kinerja operasional di tengah tantangan dan dinamika industri pertambangan.
"Perseroan terus berupaya menjaga kinerja tetap positif melalui penguatan operasional, produktivitas, serta kualitas layanan kepada seluruh mitra kerja kami. Di tengah kondisi industri yang dinamis, kami juga tetap fokus menjalankan strategi usaha secara disiplin dan terukur," ujar Ivo dalam pernyataan resminya (02/06).
Dari sisi profitabilitas, STM mencatatkan laba komprehensif periode berjalan sebesar Rp61,63 miliar pada Q1-2026. Perseroan menilai capaian tersebut menunjukkan operasional perusahaan yang tetap terjaga seiring pelaksanaan proyek yang berjalan secara bertahap dan sesuai target kerja Perseroan.
"Sejumlah proyek yang dijalankan Perseroan sepanjang periode ini telah memberikan kontribusi terhadap kinerja operasional. Ke depan, Perseroan akan terus fokus pada optimalisasi pelaksanaan proyek, efisiensi operasional, serta menjaga kualitas pekerjaan agar dapat mendukung kinerja usaha secara berkelanjutan," tambah Ivo.
Selain jasa penambangan, STM juga mencatatkan peningkatan pada segmen jasa konstruksi dengan pendapatan sebesar Rp68,06 miliar pada Q1-2026, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut sejalan dengan aktivitas pekerjaan konstruksi yang berlanjut dari beberapa proyek operasional Perseroan.
"Perseroan akan terus berfokus pada pelaksanaan proyek yang optimal, pengelolaan operasional yang prudent, serta menjaga kualitas pekerjaan pada lini jasa penambangan maupun jasa konstruksi guna mendukung keberlangsungan kinerja usaha secara berkelanjutan," tutup Ivo. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
