MESKI KANTONGI LABA BERSIH RP33,8 MILIAR, OBMD ABSEN BAGI DIVIDEN TAHUN INI
Share via
Terbit Pada
11 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 10-06-2026, 10:23:am
16151254
IQPlus, (11/6) - PT OBM Drilchem Tbk (kode emiten: OBMD) memutuskan untuk tidak membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham dari perolehan laba bersih tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Seluruh perolehan laba bersih yang dikantongi perseroan pada periode tersebut akan dialokasikan sebagai laba ditahan (retained earnings) demi memperkuat struktur permodalan perusahaan.
Keputusan strategis tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Rabu, 10 Juni 2026. Berdasarkan laporan resmi, rapat ini dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 542.000.300 lembar saham atau setara dengan 67,2463% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah, sehingga dinyatakan telah memenuhi kuorum yang berlaku.
"Menyetujui dan menetapkan laba bersih perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 sebesar Rp33.898.511.317,- untuk digunakan sebagai laba ditahan," demikian bunyi keputusan rapat pada agenda kedua yang dirilis secara resmi oleh pihak manajemen pada Kamis (11/6/2026).
Selain menetapkan penahanan laba, agenda pertama RUPST juga menyetujui Laporan Tahunan Direksi serta mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2025 yang telah diaudit oleh KAP Moch. Zainuddin, Sukmadi & Rekan. Melalui persetujuan ini, rapat sekaligus memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et decharge) kepada jajaran Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan mereka.
Pada agenda ketiga dan keempat, pemegang saham memberikan lampu hijau untuk menunjuk kembali KAP Moch. Zainuddin, Sukmadi & Rekan guna mengaudit buku-buku perseroan untuk tahun buku 2026. Di samping itu, forum rapat juga secara resmi menerima dan menyetujui Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) perseroan hingga periode 31 Desember 2025.
Seluruh keputusan ini diambil secara sah dengan persetujuan mutlak 100% suara dari peserta yang hadir pada agenda pertama, ketiga, dan keempat. Sementara untuk agenda kedua mengenai pemanfaatan laba bersih, keputusan disetujui oleh 541.999.300 suara dan hanya terdapat 1.000 suara yang menyatakan abstain. (end)
