BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    MENTAN : PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PASCAPANEN PERKUAT PANGAN NASIONAL

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    09 June 2026

    15939141

    IQPlus, (9/6) - Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pembangunan 100 infrastruktur pascapanen atau gudang baru menjadi solusi permanen untuk memperkuat ekosistem pangan nasional dari hulu hingga hilir.

    "Pembangunan infrastruktur pascapanen menjadi salah satu solusi permanen dalam memperkuat ekosistem pangan nasional dari hulu hingga hilir," kata Amran sebagaimana pernyataan di Jakarta, Selasa.

    Dia menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat bersama DPD RI di Jakarta, Senin (8/6). Gudang dibangun di seluruh wilayah Indonesia untuk menyimpan stok cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog.

    Pemerintah membangun 100 gudang penyimpanan di berbagai wilayah Indonesia, terutama daerah yang selama ini belum memiliki fasilitas penyimpanan pangan yang memadai.

    Keberadaan infrastruktur pascapanen dinilai menjadi langkah antisipatif pemerintah dalam menghadapi berbagai dinamika distribusi pangan dengan memastikan ketersediaan stok dan pasokan pangan tetap terjaga secara berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.

    Melalui pembangunan fasilitas penyimpanan dan pendukung pascapanen, pemerintah menargetkan distribusi pangan dapat berjalan lebih efektif sehingga risiko gangguan pasokan yang berpotensi memicu gejolak harga dapat diminimalkan.

    Program pembangunan infrastruktur tersebut didukung anggaran sekitar Rp5 triliun dengan lokasi pembangunan yang telah disiapkan di berbagai sentra produksi pangan nasional.

    Menurut Amran, pembangunan infrastruktur pascapanen merupakan solusi jangka panjang untuk memperkuat sistem pangan nasional, menjaga ketersediaan pangan, memperlancar distribusi, serta mewujudkan harga yang wajar bagi masyarakat.

    "Ini solusi permanen. Jadi tidak ada lagi alasan harga (beras) naik. Kita ingin membangun sistem yang kuat sehingga pangan selalu tersedia, distribusi berjalan baik, dan masyarakat mendapatkan harga yang wajar," ucap Amran.

    "Kalau sistem ini berjalan dengan baik, inilah masa keemasan pangan Indonesia," ujar Amran menambahkan.

    Dia menjelaskan gudang-gudang yang dibangun nantinya akan menjadi simpul utama dalam ekosistem pangan nasional yang terintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih), Perum Bulog, dan program makan bergizi gratis (MBG).

    "Gudang menjadi induknya, kemudian Koperasi Desa Merah Putih menjadi penggeraknya di lapangan, sementara program MBG menjadi off taker yang menyerap hasil produksi petani. Jadi ini satu kesatuan ekosistem pangan nasional yang saling terhubung," jelas Amran.

    Ia menegaskan urgensi pembangunan infrastruktur itu menjadi relevan dengan semakin kuatnya stok beras nasional yang dikelola oleh Perum Bulog. Hingga saat ini, stok cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 5,3 juta ton hingga awa" Juni.

    Dengan volume stok yang sangat kuat hingga melampaui kapasitas gudang Bulog secara nasional sekitar 3 juta ton, skema gudang filial pun diterapkan guna memastikan stok beras di Bulog tetap terjaga dengan baik dan dapat segera didistribusikan untuk stabilisasi pangan. (end/ant)