MENTAN LEPAS EKSPOR PRODUK UNGGAS KE TIGA NEGARA
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
03 March 2026
06150552
IQPlus (3/3) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melepas ekspor 545 ton produk unggas dan turunannya senilai Rp18,2 miliar ke Singapura, Jepang dan Timor Leste sebagai perluasan pasar komoditas pangan strategis itu menyusul pencapaian swasembada.
"Hari ini kita melepas ekspor produk unggas dan turunannya ke tiga negara, yaitu Singapura, Jepang dan Timor Leste," kata Mentan saat pelepasan ekspor tersebut di Kantor Kementan Jakarta, Selasa.
Dia menyampaikan langkah itu menegaskan posisi industri perunggasan nasional yang tidak hanya telah swasembada ayam dan telur, tetapi juga mulai memperluas ekspansi ke pasar global.
Mentan Amran menegaskan Indonesia telah mencapai swasembada ayam dan telur dan memiliki kapasitas produksi yang kuat.
"Sekarang ini kita sudah swasembada telur, ayam, beras dan seterusnya. Nah ini kita dorong ekspor ke negara-negara lain. Sekarang ada 10 tujuan negara langganan ekspor kita. Hari ini ada tiga negara tujuan kita akan kirim telur, ayam atau produk unggas dan turunannya," ujarnya.
Ia juga menekankan keberhasilan ekspor menjadi bukti Indonesia tidak bergantung pada impor ayam.
"Kita sepakat bagaimana menjadi lumbung pangan dunia. Karbohidrat dan protein. Sekarang protein khususnya dari unggas, sudah swasembada dan ekspor," ujarnya.
Mentan menegaskan lonjakan produksi tidak boleh berujung pada anjloknya harga di tingkat peternak. Untuk itu, pemerintah mengendalikan surplus melalui mekanisme penyerapan domestik termasuk pemanfaatan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta memperluas akses ekspor.
Langkah itu dilakukan agar keseimbangan pasokan dan harga tetap terjaga. Ekspor dilakukan oleh empat perusahaan nasional dengan volume dan nilai ekspor berbeda-beda setiap perusahaannya.
Keempat perusahaan itu meliputi PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, PT Taat Indah Bersinar dan PT Malindo Food Delight.
Bagi pelaku usaha, ekspor itu memberi kepastian pasar di tengah produksi nasional yang melimpah. Pemerintah memanfaatkan surplus untuk menjaga harga di tingkat peternak tetap stabil sekaligus memperluas akses global. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
