MENPERIN MINTA HARI PELAYANAN PUBLIK JADI DUA KALI SEMINGGU
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
08 October 2026
28053757
IQPlus, (8/10) - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji meminta layanan publik Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dipercepat, termasuk dengan menambah Hari Pelayanan Publik dari sekali menjadi dua kali seminggu agar antrean konsultasi pelaku industri lebih pendek. Menurutnya, kecepatan menjadi salah satu kunci dalam menghadapi persaingan industri yang kian ketat.
Permintaan itu disampaikan Sarmuji saat meninjau Unit Pelayanan Publik (UPP) Kemenperin di Jakarta, Kamis (8/10). Ia didampingi Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko S.A. Cahyanto, Inspektur Jenderal Kemenperin M. Rum, dan Plt. Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemenperin Sofyari Rahman. Menperin melihat langsung fasilitas pelayanan, termasuk ruang konsultasi dan ruang tunggu bagi masyarakat serta pelaku industri.
Menperin juga berbincang dengan sejumlah pengunjung yang sedang menunggu giliran. Interaksi tersebut menjadi bagian dari upaya mendengarkan langsung pengalaman dan kebutuhan masyarakat dalam mengakses layanan kementerian.
"Pelayanan publik, baik perizinan maupun konsultasi, sudah menunjukkan perkembangan yang semakin baik. Namun, bagi saya, baik saja kadang tidak cukup. Harus lebih baik lagi dan terus ditingkatkan agar masyarakat maupun pelaku industri semakin puas dengan pelayanan yang diberikan. Selain kualitas, kecepatan pelayanan juga harus menjadi perhatian kita," kata Menperin.
Menurut Sarmuji, peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, tetapi juga harus diikuti perbaikan sistem kerja, penyederhanaan proses, serta percepatan waktu penyelesaian layanan. Salah satu langkah yang didorongnya adalah penambahan frekuensi Hari Pelayanan Publik yang selama ini digelar setiap Kamis.
"Selama ini kita memiliki Hari Pelayanan Publik setiap Kamis. Saya minta agar tidak hanya satu hari dalam seminggu, tetapi bisa menjadi dua hari, misalnya Selasa dan Kamis. Dengan demikian, masyarakat dan pelaku industri memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkonsultasi sehingga antrean pelayanan juga semakin pendek," ungkapnya. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
