MENPERIN DIVERSIFIKASI EKSPOR BAJA RI
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
10 April 2026
09951006
IQPlus, (10/4) - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mendorong diversifikasi pasar ekspor baja Indonesia dengan menyasar kawasan Timur Tengah dan negara industri berkembang, guna mengurangi ketergantungan terhadap satu negara tujuan utama sekaligus memperkuat ketahanan industri nasional.
Menperin ditemui di Jakarta, Jumat menyampaikan, saat ini ekspor baja Indonesia masih terkonsentrasi ke China. Kondisi tersebut dinilainya berisiko apabila terjadi gangguan ekonomi di negara tujuan utama.
Ia menjelaskan bahwa ketika ketergantungan terhadap satu pasar terlalu tinggi, maka potensi gejolak ekonomi di negara bersangkutan dapat langsung berdampak pada kinerja industri baja nasional.
"Jadi, saya khawatir ada ketergantungan negara tujuan ekspor kita ke satu negara. Ketika itu terjadi, maka kalau kita mengasumsikan negara tersebut ada turmoil, ada masalah ekonomi, itu pasti akan berdampak pada industri baja kita," kata dia.
Meski demikian, Menperin menegaskan bahwa tingginya permintaan dari China tetap merupakan hal positif bagi kinerja ekspor nasional.
Namun, Indonesia tetap harus mengantisipasi risiko ke depan apabila terjadi perlambatan atau gangguan ekonomi di negara tersebut yang berpotensi menekan ekspor baja nasional.
Sebagai alternatif, pemerintah melihat peluang ekspor ke kawasan Timur Tengah yang dinilai memiliki kebutuhan besar terhadap produk baja, terutama untuk pembangunan kembali infrastruktur dan fasilitas industri seperti kilang (refinery).
Selain itu, negara-negara dengan basis industri baja yang belum kuat juga dinilai sebagai pasar potensial baru bagi ekspor Indonesia.
"Negara-negara yang kekuatan industri bajanya, atau di sekitar atau kawasan yang kekuatan industri bajanya masih belum sounds, masih belum terlalu kuat, itu juga bisa menjadi target market kita selanjutnya," katanya.
Secara kinerja, ekspor produk baja Indonesia pada 2025 masih didominasi lima pasar utama, yakni China, Taiwan, India, Vietnam, dan Italia dari total nilai ekspor baja nasional sekitar 29,7 miliar dolar AS.
China menjadi tujuan terbesar dengan nilai lebih dari 17,9 miliar dolar AS, disusul Taiwan sekitar 1,8 miliar dolar AS, India 1,6 miliar dolar AS, Vietnam 864 juta dolar AS, dan Italia 777 juta dolar AS.
Menurutnya, capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu eksportir baja terbesar di Asia Tenggara, mencerminkan daya saing produk baja nasional di pasar regional maupun global. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
