MENPAR KENALKAN KEUNIKAN WISATA BERLAYAR DI INDONESIA PADA INVESTOR
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
23 September 2026
26539131
IQPlus, (23/9) - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memperkenalkan keunikan wisata berlayar atau yacht di Indonesia kepada para investor asing.
"Kami adalah negara kepulauan terbesar di dunia dan rumah bagi keanekaragaman hayati terkaya kedua di dunia. Di seluruh penjuru kepulauan ini, kami diberkati dengan kekayaan budaya, warisan sejarah, dan keajaiban alam yang menjadikan Indonesia unik. Kami menawarkan beragam pengalaman wisata, termasuk wisata bahari dan kelautan yang senantiasa memukau," kata Widiyanti dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Dalam acara "The 6th Monaco Smart and Sustainable Marina Rendezvous" di Monako yang digelar pada 20 sampai 21 September 2026, Widiyanti menyampaikan Indonesia diberkati dengan kekayaan budaya, warisan sejarah, kekayaan alam termasuk bahari dan laut yang berlimpah.
Indonesia juga merupakan negara kepulauan terbesar dunia yang menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati dan memberikan peluang besar untuk mengembangkan industri pariwisata.
Salah satu daya tarik yang dipromosikannya adalah berlayar menjelajahi pulau-pulau di Indonesia termasuk pantai merah muda di Lombok, Nusa Tenggara Timur.
Objek wisata lain yang turut diangkatnya dalam acara itu yakni Bali, Ujung Kulon, Kepulaun Seribu, Lombok, Laboan Bajo, Wakatobi, Ambon, Banda, Morotai dan Raja Ampat.
Negara juga diperkenalkan sebagai destinasi yang cocok bagi wisatawan yang gemar mengikuti snorkelling dan menyelam.
Menurutnya, Indonesia terletak di Kawasan Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangel) sehingga menjadi tempat hidup bagi 75 persen spesies karang dan endemik dunia. Terdapat pula 700 titik penyelaman di seluruh pulau.
Potensi alam itu juga ditopang besarnya pasar pariwisata Indonesia. Pada 2025, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 15,4 juta, dengan rata-rata pertumbuhan pada periode 2023-2025 sebesar 14,8 persen per tahun.
Pemerintah Indonesia, katanya, menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 17 juta di tahun 2026.
Capaian lain yang dijabarkannya yakni pendapatan pasar yacht Indonesia 2025 sebesar USD 261,9 juta dan target 2033 sebesar USD 449,1 juta.
Dengan adanya potensi besar itu, Widiyanti mengajak para investor untuk datang dan berinvestasi. Terutama dalam pembangunan infrastruktur untuk menunjang kualitas wisata bahari.
Di akhir paparannya, Widiyanti berterima kasih kepada pihak "Monaco Smart & Sustainable Marina Rendezvous ke-6" yang telah memberikan kesempatan untuk memperkenalkan potensi pariwisata Indonesia, serta menyempatkan diri untuk menyapa Yang Mulia Pangeran Albert II dari Monako, CEO M3 Monaco Jose Marco Casellini, Wakil Menteri Transportasi Republik Arab Mesir Laksamana Muda Nehad Shahin Ali, dan para tamu undangan yang hadir. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
