MENKO IPK DORONG KOLABORASI RI-RUSIA BANGUN INFRASTRUKTUR PRIORITAS
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
05 June 2026
15534719
IQPlus, (5/6) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong kolaborasi Indonesia dan Rusia dalam pembangunan infrastruktur prioritas pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Menurut dia, ketahanan saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sesuatu yang harus dirancang secara sadar melalui pembangunan infrastruktur yang kuat, keamanan energi, ketahanan pangan dan air, serta kemitraan internasional yang dapat dipercaya.
"Sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia memilih untuk membangun persahabatan dengan semua bangsa. Kita percaya pada dialog di atas konfrontasi, kerja sama di atas persaingan, serta kemitraan yang saling menguntungkan bagi semua pihak," ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Indonesia mengajak Rusia dan negara-negara Eurasia untuk memperkuat kerja sama dalam pembangunan infrastruktur berketahanan iklim (climate-resilient infrastructure), termasuk pengembangan teknologi pesisir, sistem peringatan dini bencana, energi berkelanjutan, serta proyek Giant Sea Wall yang menjadi salah satu agenda strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Ajakan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat berbicara dalam sesi EAEU-ASEAN pada St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026 di St. Petersburg, Rusia.
AHY menjelaskan, dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan yang saling berkaitan, mulai dari perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi global, gangguan rantai pasok, hingga dinamika geopolitik yang semakin kompleks. Dalam situasi tersebut, negara-negara yang mampu membangun konektivitas sekaligus menumbuhkan kepercayaan akan memegang peran yang semakin penting.
"Indonesia ingin memainkan peran tersebut, menjadi jembatan, penyeimbang, sekaligus mitra yang konstruktif dalam memperkuat stabilitas dan pertumbuhan bersama," katanya.
AHY memaparkan tiga prioritas utama agenda infrastruktur Indonesia. Pertama, dekarbonisasi sektor transportasi sebagai bagian dari upaya mencapai target Net Zero Emissions.
Kedua, penguatan konektivitas strategis melalui integrasi pelabuhan, sistem logistik, dan jaringan perkeretaapian nasional. Ketiga, pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap perubahan iklim, termasuk perlindungan kawasan pesisir melalui proyek Giant Sea Wall.
Menutup pidatonya, AHY mengajak negara-negara ASEAN dan Eurasia untuk memperkuat semangat kolaborasi dan kemitraan jangka panjang dalam menghadapi tantangan global.
"Mari menjadi generasi yang memilih kerja sama di atas fragmentasi, ketangguhan di atas kerentanan, serta kemitraan jangka panjang di atas keuntungan jangka pendek. Mari kita bangun bukan hanya ekonomi yang lebih kuat, melainkan juga kepercayaan yang lebih kokoh di antara bangsa "bangsa," katanya. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
