BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

MENKO AIRLANGGA : TRANSISI ENERGI JADI SUMBER PERTUMBUHAN EKONOMI BARU

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

27 August 2026

23838861

IQPlus,(27/8) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, transisi energi menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060 tidak hanya diarahkan untuk menekan emisi, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui investasi dan industrialisasi.

"Pertumbuhan ekonomi di semester satu itu sudah 5,45 persen. Indonesia dibandingkan negara ASEAN atau di negara G20 termasuk top three di atas. Dan kita bisa mencapai pertumbuhan tinggi dengan inflasi yang rendah," ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, Pemerintah terus mendorong transisi energi yang sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan energi nasional dan menciptakan peluang ekonomi baru.

Ketahanan energi menjadi salah satu fondasi untuk menjaga stabilitas perekonomian di tengah dinamika global. Pemerintah melakukan diversifikasi sumber energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor, antara lain melalui peningkatan pemanfaatan energi domestik serta penerapan Biodiesel 50 (B50).

Kebijakan tersebut dinilai turut membantu menjaga stabilitas harga energi dan menahan tekanan terhadap inflasi.

Di sisi lain, investasi dan industrialisasi terus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi pada semester I 2026 tumbuh sekitar 7,2 persen, terutama pada sektor manufaktur dan rantai pasoknya.

Pertumbuhan kebutuhan listrik dan gas serta perkembangan sektor digital, termasuk pusat data (data center), juga menunjukkan aktivitas investasi yang terus bergerak.

Pemerintah juga mendorong pengembangan energi terbarukan dan peningkatan kapasitas produksi panel surya dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan energi hijau industri.

Dalam sektor transportasi, Pemerintah mendorong penggunaan berbagai teknologi dan sumber energi rendah emisi sesuai karakteristik moda dan kebutuhan operasional.

Pemanfaatan B50 terus diperluas, sementara kendaraan listrik, bahan bakar nabati, hingga teknologi hidrogen menjadi bagian dari upaya mengurangi emisi sektor transportasi.

Pada sektor kendaraan penumpang, kendaraan hibrida menjadi salah satu teknologi dalam proses transisi menuju kendaraan listrik berbasis baterai.

Airlangga menyebut pertumbuhan kendaraan berbasis hibrida pada semester I 2026 mencapai sekitar 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Dengan harga BBM nonsubsidi ikut fluktuasi harga, maka masyarakat melihat penggunaan electric vehicle (EV/kendaraan listrik) akan menghemat biaya. Maka di semester satu ini peningkatan pertumbuhan daripada kendaraan yang berbasis hibrid itu 40 persen dibandingkan tahun lalu. Jadi ini angka yang sangat baik, berarti masyarakat sudah ada kesadaran untuk menggunakan tenaga listrik," ujarnya.

Menurut Menko Airlangga, perkembangan kendaraan rendah emisi tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan industri otomotif nasional.

Pemerintah terus memperkuat ekosistem industri otomotif melalui pengembangan kemampuan produksi kendaraan, baterai, dan komponen di dalam negeri.

Penyesuaian fasilitas dukungan diarahkan untuk memperkuat ekosistem Mobil Nasional dan Motor Listrik Nasional sekaligus meningkatkan kandungan dan nilai tambah domestik. (end/ant)