MENEKRAF PACU TALENTA TEKNISI, DUKUNG EKONOMI KREATIF BERBASIS DIGITAL
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
28 September 2026
27034922
IQPlus, (28/9)- Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, melalui kolaborasinya dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), mengapresiasi World Cup Circuit Global Championship (CGC) Indonesia 2026 yang digelar Asosiasi Teknisi Ponsel Indonesia (TESPOIN).
Riefky mengatakan kompetisi keterampilan reparasi perangkat seluler ini dapat mendorong penguatan talenta teknisi dalam mendukung aktivitas ekonomi kreatif berbasis digital.
"Perangkat yang andal menjadi salah satu fondasi bagi kreator konten, pengembang aplikasi, hingga pelaku usaha untuk menghasilkan karya dan menjangkau pasar. Kreativitas digital yang paling brilian sekalipun tidak akan sampai kepada penggunanya apabila perangkat yang digunakan tidak dapat berfungsi dengan baik. Di titik inilah talenta para teknisi memiliki peran yang sangat penting," kata Riefky, dalam keterangannya yang diterima, di Jakarta, Senin.
World Cup Circuit Global Championship (CGC) Indonesia 2026 yang digelar di Gedung Kemenaker, Jakarta pada 26-27 September 2026 ini diikuti 1.500 peserta dari berbagai daerah untuk mendorong penguatan talenta teknisi dalam ekosistem digital.
Menteri Ekraf menekankan empat nilai bagi peserta, yakni kompetensi, sportivitas, kolaborasi, dan daya saing.
Melalui acara ini, Kemenekraf dan Kemnaker turut mendorong ekosistem digital semakin besar, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan teknisi di berbagai daerah atau menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tapi juga bertujuan untuk mengisi kebutuhan reparasi ponsel di regional bahkan global dari talenta-talenta Indonesia.
"Karena itu, CGC Indonesia 2026 diharapkan menjadi ruang bertemunya talenta, industri, komunitas, dan pemerintah untuk memperluas peluang kolaborasi di sektor digital," tambah Riefky.
Sebelumnya, Indonesia mencatat prestasi sebagai juara dunia kategori tim pada CGC 2025.
Pada penyelenggaraan tahun ini, kompetisi mencakup keterampilan reparasi perangkat seperti CPU iPhone, CPU Android, dan glass repair pada tingkat nasional, serta reparasi perangkat pada tingkat Asia.
"Teknisi ponsel bukan sekadar orang yang memperbaiki perangkat saja. Dibutuhkan pengetahuan, keterampilan, ketelitian, pengalaman, disiplin, dan kemampuan memecahkan masalah. Makin maju sebuah teknologi, semakin tinggi pula tuntutan kompetensinya," ungkap Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor.
Pemerintah juga mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja yang selaras dengan standardisasi dan sertifikasi kompetensi. Kemenaker terus menyediakan pelatihan vokasi, pemagangan, sertifikasi, serta program upskilling dan reskilling dengan melibatkan dunia usaha, industri, lembaga pendidikan dan pelatihan, asosiasi profesi, komunitas, dan masyarakat.
World Cup CGC Indonesia 2026 diharapkan menjadi ruang belajar, berbagi pengetahuan, mengenal teknologi, meningkatkan kapasitas, sekaligus memperluas jejaring industri.
Ajang ini juga menjadi jalur bagi talenta Indonesia untuk melanjutkan kompetisi ke tingkat Asia hingga CGC World Cup 2026 di Guangzhou, Tiongkok. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
