BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

MENDAG SEBUT PERJANJIAN DAGANG PACU MINAT INVESTASI

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

04 August 2026

21550241

IQPlus, (4/8) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan semakin banyaknya perjanjian perdagangan yang dimiliki Indonesia, dapat menjadi daya tarik bagi masuknya investasi.

Menurutnya, keberadaan perjanjian perdagangan dengan berbagai negara, seperti dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa, membuat Indonesia semakin menarik bagi investor dari negara lain yang ingin mendapatkan akses pasar lebih luas.

"Jadi perjanjian perdagangan kita yang semakin banyak termasuk dengan Amerika dan nanti dengan EU itu ternyata menarik investasi," katanya usai acara Indonesia-Thailand Business Forum di Jakarta, Selasa.

Menurut Budi, negara-negara yang belum memiliki perjanjian perdagangan dengan Amerika Serikat maupun Uni Eropa akan melihat Indonesia sebagai negara strategis untuk masuk ke negara tujuan.

"Karena banyak negara yang belum mempunyai perjanjian perdagangan dengan Amerika, belum mempunyai perjanjian perdagangan dengan EU mereka kan akses pasarnya tidak mudah," jelasnya.

"Makanya kemudian investasi ke Indonesia untuk bisa menembus pasar Eropa, pasar Amerika," katanya lagi.

Lebih lanjut, Budi menyampaikan bahwa pasar Amerika Serikat masih menjadi salah satu tujuan ekspor terbesar Indonesia dengan nilai sekitar 18,11 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya.

"Artinya surplus terbesar kita itu masih ke Amerika, nomor dua India, dan pasar Amerika itu 11,1 persen. Artinya bahwa memang kita sangat membutuhkan pasar Amerika," ujarnya.

Ia menegaskan, perjanjian perdagangan dengan Amerika Serikat menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan Indonesia, mengingat besarnya potensi pasar di negara tersebut.

"Justru kita harus ada perjanjian dengan Amerika karena pasar kita di sana sangat besar, buktinya surplus 18,11 miliar dolar AS, surplus nomor satu," katanya.

Budi optimistis Indonesia tetap mampu meningkatkan kinerja ekspor melalui strategi yang tepat dalam menghadapi perubahan kondisi global dan geopolitik. Ia menilai dinamika geopolitik dapat mempercepat perubahan pola perdagangan antarnegara.

Ia menambahkan pemerintah juga terus mendorong penyelesaian sejumlah perjanjian perdagangan dengan negara lain, termasuk kawasan Timur Tengah, guna memperluas akses pasar ekspor Indonesia. (end)