BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    MENDAG : MBG TAK PICU KENAIKAN HARGA AYAM

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    18 February 2026

    04841764

    IQPlus, (18/2) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memicu kenaikan harga daging ayam ras di pasar.

    Ditemui di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Rabu, Budi menyampaikan, program tersebut membuat produksi menjadi lebih terukur lantaran adanya kepastian permintaan, sehingga harganya cenderung stabil.

    Menurutnya, fluktuasi harga ayam sebelumnya lebih banyak dipengaruhi oleh naik-turunnya permintaan pasar. Ketika permintaan tidak menentu, produksi ikut menyesuaikan sehingga harga mudah bergejolak.

    "Kalau dulu harga naik-turun karena permintaannya naik-turun. Permintaan naik turun, harga menjadi naik-turun. Justru sekarang ketika permintaan itu grafiknya begini (naik), ada kepastian. Justru produksi itu ngikutin ya, linear gitu, ngikutin permintaan sehingga harga malah cenderung stabil," kata Budi.

    Ia meminta publik melihat kondisi harga secara menyeluruh. Menurutnya, tidak ada lonjakan harga ayam yang terjadi secara tiba-tiba akibat pelaksanaan MBG.

    "Apakah terus tiba-tiba harga melonjak karena MBG? Kan nggak ada, semua harga kan bagus juga," ujarnya.

    Mendag mengatakan telah berdiskusi dengan pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan produsen ayam. Dari hasil pertemuan tersebut, pelaku usaha menyampaikan bahwa kepastian permintaan dari program MBG justru membantu mereka meningkatkan produksi secara konsisten.

    Lebih lanjut, ia menyampaikan, pemerintah memastikan pemantauan harga dan pasokan tetap dilakukan untuk menjaga stabilitas, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri.

    "Ini justru bagus, karena kami produksinya terus meningkat, dan pasti karena permintaan menjadi pasti. Kalau dulu, permintaan naik-turun kan tergantung pasar," imbuhnya. (end/ant)