MENDAG DORONG EKSPOR INDUSTRI PADAT KARYA MELALUI PERJANJIAN DAGANG
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
15 July 2026
19534022
IQPlus, (15/7) - Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong industri padat karya untuk semakin meningkatkan ekspor dengan memanfaatkan berbagai perjanjian dagang yang dimiliki Indonesia.
Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan pelaku industri berorientasi ekspor agar perluasan akses pasar dan peningkatan daya saing produk manufaktur nasional dapat semakin dimanfaatkan.
"Indonesia memiliki perjanjian dagang yang dapat dimanfaatkan produk-produk Indonesia. Pemerintah selalu memperjuangkan produk-produk manufaktur padat karya agar dapat memperoleh tarif lebih kompetitif di negara tujuan ekspor," ujar Budi.
Dalam pertemuan dengan perwakilan kantor pusat Epson dan PT Indonesia Epson Industry, di kantor Kemendag, Jakarta, Selasa, (14/7/2026), Budi mendorong perusahaan tersebut untuk meningkatkan ekspor dengan memanfaatkan berbagai perjanjian dagang yang dimiliki Indonesia.
Ia juga mengapresiasi rencana perusahaan itu untuk memperluas pasar ekspor ke kawasan Afrikadan Timur Tengah.
Target itu sejalan dengan upaya Kemendag untuk semakin memperluas pasar ekspor ke negara-negara tujuan nontradisional.
Menurut Budi, saat ini, Indonesia memiliki 20 perjanjian dagang yang telah diimplementasikan, 15 perjanjian dalam proses ratifikasi, dan 11 perjanjian dalam tahap negosiasi.
Kemendag, melalui jaringan perwakilan perdagangan RI di 33 negara, juga berkomitmen memfasilitasi penyelesaian berbagai kendala yang dihadapi eksportir di pasar tujuan.
Ia berharap upaya menjalin perjanjian dagang dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagiproduk ekspor Indonesia.
Oleh karena itu, Budi mendorong para perusahaan manufaktur Indonesia dapat memanfaatkan peluang tersebut dengan meningkatkan volume ekspor dari Indonesia.
Terkait dengan masalah kelancaran logistik serta kepastian regulasi, Budi menegaskan Kemendag akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mendukung kelancaran kegiatan ekspor serta menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi pelaku industri.
"Kemendag akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk membantu menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi eksportir," sebut Budi. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
