MENDAG BAHAS OPTIMALISASI PEMANFAATAN IUAE-CEPA
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
10 August 2026
22134476
IQPlus, (10/8) - Menteri Perdagangan RI Budi Santoso melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) Thani bin Ahmed Al Zeyoudi pada Jumat, (7/8) di Jaipur, India. Pertemuan dilaksanakan di sela-sela rangkaian BRICS Trade Ministers' Meeting (TMM) 2026 yang berlangsung pada 6-7 Agustus 2026.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu hal yang dibahas adalah upaya kedua negara mengoptimalkan pemanfaatan Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA). Perjanjian ini telah memasuki tahun ketiga sejak mulai berlaku pada 1 September 2023. Mendag Busan menilai, implementasi perjanjian tersebut telah berkontribusi positif terhadap peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dan UEA.
"Perjanjian IUAE-CEPA menjadi katalis yang mendorong peningkatan kerja sama perdagangan dan ekonomi kita ke tingkat yang lebih maju. Saya meyakini masih terdapat ruang yang sangat besar untuk semakin meningkatkan perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi melalui pemanfaatan IUAE-CEPA secara optimal," ujar Mendag Busan.
Mendag Busan menjelaskan, untuk mendukung implementasi tersebut, Indonesia dan UEA telah menggelar Joint Committee Meeting (JCM) pertama beserta pertemuan Committee on Trade in Goods, Islamic Economy Committee, dan Economic Cooperation Committee pada 15-17 Oktober 2024. Forum ini menghasilkan sejumlah tindak lanjut implementasi perjanjian IUAE CEPA di sejumlah bidang, antara lain, perdagangan barang, ekonomi Islam, serta kerja sama ekonomi. Mendag Busan berharap, JCM berikutnya dapat terlaksana dengan baik.
"Saya berharap Joint Committee Meeting kedua tahun ini dapat menjadi momentum untuk menyelesaikan seluruh isu implementasi yang masih tersisa dengan cepat. Saya percaya Indonesia dan UEA memiliki komitmen yang sama untuk memaksimalkan manfaat IUAE-CEPA. Dengan meningkatnya pemanfaatan perjanjian, maka partisipasi dunia usaha akan semakin luas serta hubungan dagang dan investasi kedua negara akan semakin kuat,"jelas Mendag Busan.
Selain itu, kedua menteri juga membahas sejumlah isu implementasi IUAE-CEPA, antara lain, ketentuan skema TRQ (Tariff Rate Quota), mekanisme transshipment, serta perkembangan kasus antidumping produk kopolimer asal UEA.
"Indonesia berkomitmen menjaga implementasi IUAE-CEPA tetap transparan, akuntabel, dan sejalan dengan ketentuan perjanjian maupun prinsip Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Indonesia juga terbuka untuk terus berdialog dalam menyelesaikan berbagai isu implementasi yang dihadapi pelaku usaha kedua negara," tambah Mendag Busan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
