MENAKER : TRANSFORMASI DIGITAL JADI MOMENTUM SIAPKAN SDM ADAPTIF
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
09 July 2026
18937799
IQPlus, (9/7) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan transformasi digital termasuk perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan dinamika industri menjadi momentum untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang adaptif.
Menaker dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, menilai momentum tersebut juga diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik agar SDM Indonesia memiliki keterampilan yang relevan, dan mampu menjawab kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.
"Pesan saya yang pertama adalah perubahan teknologi saat ini banyak mengubah hal di industri, tapi sebenarnya bukan menghilangkan profesinya, melainkan menghilangkan cara bekerjanya," kata Yassierli.
Lebih lanjut, ia menjelaskan tantangan ketenagakerjaan kini tidak lagi sebatas menyediakan lapangan pekerjaan.
Ia menilai pemerintah juga harus memastikan angkatan kerja memiliki kemampuan selaras dengan perkembangan teknologi sehingga mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Untuk menjawab tantangan tersebut, ia mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat pelatihan vokasi melalui program upskilling dan reskilling, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap berbagai layanan ketenagakerjaan.
"Saya bertanggung jawab mulai dari penyiapan angkatan kerja, mereka mencari kerja di industri, sampai kemudian mengantarkan mereka selesai bekerja. Itu adalah ekosistem yang harus kita bangun bersama," ujar Yassierli.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui platform SIAPkerja yang mengintegrasikan layanan pelatihan, sertifikasi kompetensi, informasi lowongan kerja, hingga program magang dalam satu ekosistem digital.
Selain itu, Kemnaker juga memperluas Program Magang Nasional dengan target 150 ribu peserta agar semakin banyak calon tenaga kerja memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan keterampilannya.
Langkah itu, ujar Yassierli, dinilai penting karena perkembangan AI, transformasi digital, dan ekonomi hijau (green economy) terus mengubah kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor.
"Kondisi ini menuntut setiap pekerja untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan agar tetap mampu bersaing," katanya. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
