MELALUI MEKANISME PMTHMETD, UNSP BERENCANA KONVERSI UTANG JADI SAHAM
Share via
Terbit Pada
16 April 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 12-03-2026, 11:11:am
10531449
IQPlus, (16/4) - PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) atau Perseroan mengumumkan rencana strategis untuk memperbaiki posisi keuangan perusahaan melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).
Dalam aksi korporasi ini, emiten perkebunan tersebut akan melakukan konversi utang senilai Rp4,35 triliun menjadi saham baru.Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 15 April 2026, Perseroan berencana menerbitkan sebanyak 14.505.112.734 saham baru Seri B dengan nilai nominal Rp100 per saham.
Harga pelaksanaan konversi ini disepakati sebesar Rp300 per saham. Langkah ini diambil sebagai upaya krusial dalam menyehatkan neraca keuangan perusahaan. Per 31 Desember 2025, Perseroan mencatatkan modal kerja bersih negatif sebesar Rp7,48 triliun dengan total liabilitas mencapai Rp8,75 triliun. Jumlah liabilitas tersebut telah melebihi 80% dari total aset perusahaan yang tercatat sebesar Rp3,48 triliun.
"Dengan dilakukannya transaksi konversi utang menjadi saham baru, langkah ini diharapkan dapat memperbaiki rasio utang menjadi lebih sehat, mengurangi beban keuangan, serta memperkuat arus kas di masa depan," demikian pernyataan manajemen dalam prospectus ringkasnya yang telah di publikasikan, Kamis (16/4).
Adapun utang yang akan dikonversi mencakup kewajiban kepada sejumlah kreditur utama, antara lain Poseidon Corporate Services Limited, Pacific Harbor Advisors Pte. Ltd., para pemegang surat utang (ELN), PT Biofuel Indo Sumatra, hingga PT Danatama Makmur Sekuritas.
Namun, aksi korporasi ini akan memberikan dampak signifikan bagi pemegang saham lama. Persentase kepemilikan saham pemegang saham lama akan mengalami penurunan (dilusi) sebesar 85,30% setelah rencana ini terealisasi.
Untuk memuluskan rencana tersebut, manajemen akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin, 25 Mei 2026 guna meminta persetujuan dari para pemegang saham. Jika disetujui, langkah ini diharapkan memberikan ruang bagi Perseroan untuk memperoleh pendanaan baru guna mendukung operasional dan ekspansi usaha di masa mendatang. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
