BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

MDIY PERKUAT KAPASITAS IKM MELALUI PELATIHAN KEUANGAN DAN ESG

Terbit Pada

15 October 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 09-09-2026, 12:01:pm

28742045

IQPlus, (15/10) - MR.D.I.Y. Indonesia bersama PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggelar Pelatihan Manajemen Keuangan dan Bisnis Berkelanjutan bagi 100 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pengelolaan keuangan, efisiensi bisnis, dan penerapan prinsip keberlanjutan.

Pelatihan yang diselenggarakan dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan 2026 tersebut mengusung tema Growing Sustainably Together: Future Proofing ESG-Driven Supply Chain. Peserta terdiri atas IKM binaan Kemenperin dan pemasok lokal MR.D.I.Y. Indonesia yang mendapatkan pembelajaran mengenai penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta praktik bisnis berkelanjutan.

Chief Financial Officer (CFO) MR.D.I.Y. Indonesia, Rika Juniaty Tanzil, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung pertumbuhan IKM melalui edukasi dan peningkatan kapasitas usaha.

Menurut Rika, pengetahuan mengenai keuangan dan manajemen bisnis dapat membantu pemasok lokal meningkatkan kualitas, efisiensi, serta daya saing. MR.D.I.Y. Indonesia juga berupaya membuka peluang bagi produk berkualitas buatan Indonesia untuk menjangkau pasar modern berskala nasional.

Sementara itu, Head of Corporate Banking, Investment Banking Coverage, & Loan Syndication CIMB Niaga, Miranty Supardi, mengatakan perusahaan berkomitmen mendukung pelaku IKM melalui solusi pembiayaan dan layanan keuangan. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengoptimalkan transaksi bisnis sekaligus mendorong transisi menuju praktik usaha yang lebih ramah lingkungan.

CIMB Niaga juga menyediakan layanan keuangan, termasuk supplier financing, untuk membantu pelaku usaha mengelola transaksi dan kebutuhan pembiayaan. Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan IKM agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin, Reni Yanita, menyampaikan bahwa transformasi menuju industri hijau tidak hanya menjadi tanggung jawab industri besar, tetapi juga merupakan peluang strategis bagi IKM. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar transformasi industri hijau dapat berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.

Pelatihan ini sejalan dengan Program Pemberdayaan IKM Hijau yang diluncurkan Kemenperin pada Juli 2026 melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka. Program tersebut bertujuan memperkuat kapasitas IKM agar mampu menerapkan praktik usaha yang efisien, ramah lingkungan, dan sesuai dengan kebutuhan pasar global.

Dalam kegiatan tersebut, Tri Hita Consulting menyampaikan materi mengenai penerapan ESG bagi IKM, sedangkan Jejakin memberikan pemahaman mengenai perhitungan emisi karbon dan pengukuran jejak karbon. Peserta juga memperoleh pengalaman praktis dari CV Karya Wahana Sentosa (KWaS Wooden Kitchenware), pemasok lokal MR.D.I.Y. Indonesia sejak 2023, yang menerapkan penggunaan bahan baku kayu bersumber secara bertanggung jawab dan bersertifikasi Forest Stewardship Council (FSC).

Direktur Utama CV Karya Wahana Sentosa, Robertus Agung, mengatakan kemitraan dengan MR.D.I.Y. Indonesia membantu perusahaan memperluas akses pasar sekaligus mendorong peningkatan kapasitas usaha. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pelaku IKM dan pemasok lokal lainnya untuk menerapkan prinsip keberlanjutan.

MR.D.I.Y. Indonesia menyatakan dukungan terhadap UMKM dan pemasok lokal juga dilakukan melalui program "MR.D.I.Y. Untuk Indonesia". Pada 2025, lebih dari 300 UMKM di tiga provinsi mengikuti pelatihan selama tiga bulan untuk mengintegrasikan digitalisasi dan keberlanjutan dalam bisnis, termasuk penyusunan laporan keberlanjutan yang merujuk pada standar Global Reporting Initiative (GRI).

Sepanjang 2025, nilai transaksi pembelian MR.D.I.Y. Indonesia dari mitra pemasok lokal mencapai Rp949 miliar. Dengan jaringan lebih dari 1.400 toko di Indonesia, perusahaan menyediakan akses pasar nasional bagi pemasok lokal tanpa mengharuskan mereka membangun jaringan distribusi sendiri. (end)