MBMA SIAPKAN RP1,7 TRILIUN UNTUK BUYBACK 1,8 MILIAR SAHAM
Share via
Terbit Pada
16 March 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 11-03-2026, 09:20:am
07438140
IQPlus, (16/3) - Emiten pengolah nikel terintegrasi, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), resmi mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Aksi korporasi ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga saham dan meningkatkan kepercayaan investor di pasar modal.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 16 Maret 2026, perseroan telah menyiapkan dana maksimal sebesar Rp1,7 triliun untuk mengeksekusi aksi ini. Jumlah saham yang direncanakan untuk dibeli kembali mencapai sebanyak-banyaknya 1.800.000.000 (satu miliar delapan ratus juta) lembar saham.
Manajemen MBMA menjadwalkan periode pelaksanaan buyback selama tiga bulan, terhitung mulai 17 Maret hingga 16 Juni 2026. Proses pembelian akan dilakukan secara bertahap maupun penuh melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menunjuk satu perusahaan efek sebagai pelaksana.
Sesuai dengan regulasi yang berlaku, terdapat pembatasan transaksi bagi pihak internal. Komisaris, direktur, pegawai, dan pemegang saham utama dilarang melakukan transaksi atas saham MBMA selama masa periode buyback berlangsung.
Dampak Terhadap Kinerja Keuangan
Dalam analisis manajemennya, MBMA memastikan bahwa penggunaan dana untuk buyback ini tidak akan berdampak negatif terhadap pendapatan maupun biaya pembiayaan perusahaan. Pelaksanaan aksi ini juga diperkirakan tidak akan mengganggu kegiatan operasional maupun pertumbuhan perseroan di masa depan.
Secara proforma, aksi korporasi ini diproyeksikan memberikan dampak positif pada laba per saham dasar (basic earnings per share). Berdasarkan data per 30 September 2025, laba per saham diperkirakan meningkat dari 0,00023 dolar AS menjadi 0,00024 dolar AS setelah pelaksanaan buyback selesai.Langkah ini diambil sepenuhnya untuk memastikan harga saham perseroan di pasar dapat mencerminkan nilai fundamentalnya secara lebih wajar. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
