MANAJEMEN PPGL USULKAN PEMBAGIAN SAHAM BONUS RASIO 6:4
Share via
Terbit Pada
22 October 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 28-08-2026, 09:41:am
29430982
IQPlus, (22/10) - PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL), perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengurusan transportasi (freight forwarding), mengumumkan rencana aksi korporasi untuk membagikan saham bonus kepada para pemegang sahamnya. Langkah ini diambil guna memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, saham bonus tersebut berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor (agio saham) yang tercatat dalam laporan keuangan per 31 Desember 2025 sebesar Rp13.211.661.871. Dari total agio tersebut, perseroan mengusulkan untuk mengalokasikan sebanyak-banyaknya Rp11.310.610.960 guna menerbitkan saham baru.
Jumlah saham baru yang akan dikeluarkan adalah sebanyak-banyaknya 514.118.680 lembar saham dengan nilai nominal Rp22 per saham. Melalui aksi korporasi ini, total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan akan meningkat dari 771.178.020 lembar saham menjadi sebanyak-banyaknya 1.285.296.700 lembar saham.
Dalam rencana pembagian ini, manajemen menetapkan rasio sebesar 6:4, yang berarti setiap pemegang 6 (enam) saham lama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) berhak memperoleh 4 (empat) saham bonus. Perseroan juga menegaskan bahwa saham bonus ini berasal dari kelebihan setoran modal atas nilai nominal hasil Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering / IPO) tahun 2020, dan bukan merupakan dividen saham.
Dari sisi regulasi perpajakan yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2010, pemberian saham bonus dari agio saham ini tidak termasuk objek pajak, selama jumlah nilai nominal saham yang dimiliki pemegang saham setelah pembagian tidak melebihi total setoran modalnya. Selain itu, penjualan saham bonus tersebut nantinya tidak akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) pada saat diperjualbelikan melalui bursa.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat, 23 Oktober 2026, bertempat di kantor pusat perseroan, Green Sedayu Bizpark Cakung, Jakarta Timur. Keputusan RUPSLB ini menjadi penentu utama, karena apabila pemegang saham tidak memberikan persetujuan, maka rencana pembagian saham bonus secara otomatis batal dilaksanakan.
Berdasarkan prakiraan jadwal aksi korporasi, tanggal akhir perdagangan saham dengan hak saham bonus (cum bonus) ditetapkan pada 2 November 2026 untuk Pasar Reguler dan Negosiasi, serta 4 November 2026 untuk Pasar Tunai. Sementara itu, periode perdagangan tanpa hak saham bonus (ex bonus) masing-masing dimulai pada 3 November 2026 di pasar reguler/negosiasi dan 5 November 2026 di pasar tunai.
Adapun tanggal pencatatan (recording date) pemegang saham yang berhak atas saham bonus jatuh pada 4 November 2026. Selanjutnya, proses pendistribusian saham bonus ke rekening efek para pemegang saham melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dijadwalkan berlangsung pada 25 November 2026, sebelum disampaikannya laporan akhir kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 9 Desember 2026. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
