LENGKAPI ASPEK PERIZINAN, SIPD AJUKAN PENAMBAHAN BIDANG USAHA KONSENTRAT PAKAN
Share via
Terbit Pada
31 March 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 31-03-2026, 09:21:am
08952713
IQPlus, (31/3) - Emiten perunggasan, PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (Perseroan), mengumumkan rencana penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru guna memperkuat struktur legalitas dan operasional bisnisnya.
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi serta upaya melengkapi perizinan usaha yang sedang berjalan.Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis perusahaan, Perseroan mengajukan penambahan KBLI 10802, yang secara spesifik mencakup industri pembuatan konsentrat pakan ternak, unggas, dan hewan lainnya.
Selama ini, kegiatan produksi konsentrat tersebut telah dilakukan oleh perusahaan sebagai bagian dari rangkaian proses produksi internal, sehingga penambahan kode KBLI ini bertujuan untuk mensinkronkan aktivitas lapangan dengan izin usaha resmi.
"Dengan terpenuhinya aspek perizinan terkait KBLI tersebut, maka Perseroan dapat memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku," tulis Manajemen dalam dokumen tersebut.
Dalam memuluskan rencana ini, Sreeya Sewu telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ruky, Safrudin & Rekan sebagai penilai independen. Tim penilai bertugas menyusun Laporan Studi Kelayakan atas penambahan kegiatan usaha tersebut dengan tanggal penilaian per 31 Desember 2025.
Profil dan Transformasi Perusahaan
Sejarah mencatat perusahaan ini didirikan pada September 1985 dengan nama PT Betara Darma Ekspor Impor. Sebelum dikenal sebagai Sreeya Sewu, masyarakat lebih mengenal entitas ini dengan nama PT Sierad Produce yang melantai di bursa dengan kode saham SIPD sejak 1996.
Transformasi nama menjadi PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk baru diresmikan pada 21 September 2020 sebagai bagian dari sinergi di bawah naungan Grup Gunung Sewu Kencana. Hingga saat ini, lini bisnis utama Perseroan meliputi pembibitan ayam ras, industri ransum makanan hewan, hingga pengolahan dan pengawetan produk daging unggas. Perusahaan juga memiliki anak usaha, PT Belfoods Indonesia, yang fokus pada industri makanan beku dengan kepemilikan saham mencapai 99,99%. (end)
