BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

LABA BERSIH BNI TUMBUH MENJADI RP16,15 TRILIUN PER SEPTEMBER 2026

Terbit Pada

27 October 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 16-10-2026, 04:06:pm

29936925

IQPlus, (27/10) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (kode saham: BBNI) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid sepanjang periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026. Perseroan berhasil membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp16,15 triliun, naik 6,02% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp15,23 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim yang dipublikasikan perseroan, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat mencapai Rp16,12 triliun, tumbuh dari posisi Rp15,12 triliun pada September 2025. Dengan pencapaian tersebut, laba bersih per saham dasar BNI meningkat menjadi Rp432 per lembar saham.

Pertumbuhan kinerja laba BNI didorong oleh pendapatan bunga bersih (Net Interest Income) yang naik 13,62% menjadi Rp33,24 triliun per September 2026, dibandingkan Rp29,25 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini ditopang oleh ekspansi pendapatan bunga perseroan yang mencapai Rp60,01 triliun, meskipun beban bunga juga meningkat menjadi Rp26,77 triliun.

Dari sisi intermediasi perbankan, BNI mencatatkan penyaluran pinjaman yang diberikan (loans) sebesar Rp992,51 triliun per 30 September 2026, meningkat 10,34% dari posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp899,53 triliun. Pertumbuhan kredit terbesar disumbang oleh segmen pihak ketiga yang naik dari Rp660,51 triliun menjadi Rp756,02 triliun.

Seiring dengan fungsi ekspansi kredit, total aset konsolidasian BNI tumbuh 8,79% mencapai Rp1.481,83 triliun per 30 September 2026, dari posisi Rp1.362,05 triliun pada 31 Desember 2025.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BNI juga menunjukkan penguatan. Total simpanan nasabah naik menjadi Rp1.124,59 triliun, tumbuh dari posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp1.040,83 triliun. Simpanan nasabah pihak ketiga mendominasi perolehan dengan angka mencapai Rp836,81 triliun.

Selain pendapatan bunga bersih, BNI memperkuat pendapatan operasional lainnya yang tercatat sebesar Rp17,91 triliun, naik dari Rp16,67 triliun pada September 2025. Kontribusi utama berasal dari penerimaan provisi dan komisi sebesar Rp8,44 triliun, serta penerimaan kembali aset yang telah dihapusbukukan senilai Rp3,97 triliun. Total laba operasional perseroan tercatat mencapai Rp20,28 triliun.

Adapun total ekuitas perseroan per 30 September 2026 berada pada tingkat Rp174,26 triliun, sementara total liabilitas tercatat sebesar Rp1.307,57 triliun. (end)