LABA BANK MANDIRI TUMBUH 18,9 PERSEN CAPAI Rp18,1 TRILIUN PER APRIL
Share via
Terbit Pada
26 May 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 25-05-2026, 04:41:pm
14551648
IQPlus, (26/5) - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat pertumbuhan berkelanjutan pada awal tahun dengan laba bersih bank only tumbuh sebesar 18,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp18,1 triliun per 30 April 2026.
Menurut perseroan, kinerja tersebut tidak terlepas dari fokus bisnis dengan memperkuat peran sebagai penggerak ekonomi negeri melalui penguatan ekosistem bisnis, pemberdayaan UMKM, serta dukungan terhadap sektor ekonomi kreatif.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan efektivitas strategi penguatan ekosistem yang dijalankan secara terintegrasi di seluruh segmen bisnis.
"Bank Mandiri terus memperluas akses layanan finansial yang nyaman dan menyeluruh bagi masyarakat, sekaligus menjaga keunggulan berkelanjutan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," kata Novita.
Pada periode yang sama, total aset perseroan menyentuh Rp2.245 triliun secara bank only atau tumbuh 16,2 persen (yoy) dari posisi April 2025 sebesar Rp1.933 triliun.
Penyaluran kredit tumbuh 18,5 persen (yoy) menjadi Rp1.550 triliun. Menurut perseroan, pembiayaan utamanya tersalurkan ke sektor produktif, mulai dari pelaku usaha skala besar hingga pelaku UMKM, yang menjadi penggerak ekonomi nasional.
Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 16,6 persen (yoy) menjadi Rp1.650 triliun. Menurut perseroan, pertumbuhan DPK selaras dengan aktivitas ekonomi nasional yang tetap terjaga, di mana Livin' by Mandiri dan Kopra by Mandiri berperan sebagai penggerak layanan transaksi dan pengelolaan keuangan di berbagai segmen.
"Sinergi yang terintegrasi secara digital tersebut memungkinkan nasabah bertransaksi secara cepat, mudah, dan menyeluruh dalam satu ekosistem layanan keuangan," kata Novita.
Ia menambahkan, disiplin penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas pertumbuhan perseroan.
"Diversifikasi sumber pendapatan dan disiplin pengelolaan risiko terus kami jaga untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan di tengah situasi yang menantang," kata dia.
Perseroan menyatakan komitmennya untuk melanjutkan akselerasi peran sebagai mitra strategis pemerintah melalui pembiayaan program-program prioritas nasional.
Beberapa di antaranya kredit usaha rakyat (KUR), program makan bergizi gratis (MBG), penguatan pembiayaan UMKM, dukungan sektor strategis dan hilirisasi untuk mendorong penciptaan lapangan kerja serta peningkatan daya saing nasional, hingga pemberdayaan koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Menurut perseroan, sinergi tersebut menjadi wujud kontribusi dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan dari hulu ke hilir yang berdampak positif terhadap perluasan lapangan kerja dan peningkatan ekonomi yang berkelanjutan.
"Bank Mandiri akan terus menghadirkan layanan finansial yang nyaman, andal, dan menyeluruh, serta memperkuat ekosistem yang mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional," tutup Novita. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
