KSEI DAN PEGADAIAN SIAP IMPLEMENTASIKAN ETF EMAS PADA SEMESTER II
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
12 June 2026
16257797
IQPlus, (12/6) - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Pegadaian melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS), yang menandai penerapan electronic gold receipt (EGR) dan exchange traded fund (ETF) emas pada semester II 2026 di pasar modal Indonesia.
Selain itu, kerja sama kedua pihak juga menandai bahwa Pegadaian secara resmi bergabung sebagai pemegang rekening KSEI.
Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, mengatakan KSEI memberikan dukungan penuh terhadap kemajuan pasar modal Indonesia, termasuk untuk pengembangan infrastruktur maupun jalinan kolaborasi strategis dengan berbagai pihak.
Ia menyebut bergabungnya Pegadaian sebagai pemegang rekening KSEI menjadi salah satu langkah relevan untuk menyambut pengembangan EGR dan ETF emas sebagai bagian dari upaya perluasan pilihan produk investasi pasar modal Indonesia.
"Produk inovatif ini diharapkan dapat menjadi alternatif investasi yang menghubungkan karakteristik emas sebagai aset yang telah dikenal luas oleh masyarakat, dengan mekanisme investasi yang transparan dan teradministrasi dengan baik melalui infrastruktur yang telah dimiliki KSEI," ujar Samsul.
Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Selfie Dewiyanti mengatakan kerja sama ini merupakan respons nyata untuk mendukung penguatan ekosistem bullion bank di Indonesia melalui inovasi investasi terbaru berupa ETF emas.
"Meskipun instrumen keuangan berbasis emas ini tergolong baru di tanah air, skema serupa telah berkembang pesat dan terbukti maju di bursa global, salah satunya di Amerika Serikat (AS) yang mencatatkan diri sebagai pemegang porsi ETF emas terbesar di dunia," ujar Selfie.
Melalui ETF emas di pasar domestik, ia menyebut para investor kini memiliki alternatif instrumen yang memungkinkan mereka melakukan investasi emas secara mudah, aman, dan langsung melalui mekanisme perdagangan di bursa efek layaknya bertransaksi saham.
Ia melanjutkan sinergi antara kedua pihak merupakan langkah strategis yang tidak hanya memperkuat tata kelola keamanan pencatatan aset investasi, namun juga menyiapkan infrastruktur kokoh bagi ekosistem bullion Indonesia untuk melebur ke dalam pasar modal global. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
