BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    KONFLIK TIMUR TENGAH MEMANAS, KINERJA CASS BERPOTENSI TURUN?

    Terbit Pada

    25 March 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 09-03-2026, 09:30:am

    08348159

    IQPlus, (25/3) - PT Cahaya Aero Services Tbk (CAS Group atau IDX:CASS) melaporkan potensi penurunan signifikan pada kinerja operasional dan keuangan perusahaan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Penutupan Selat Hormuz serta lumpuhnya ruang udara di kawasan tersebut telah memicu krisis suplai dan gangguan konektivitas penerbangan global yang berdampak langsung pada emiten jasa penunjang aviasi ini.

    Dalam keterbukaan informasi, manajemen mengungkapkan bahwa volume penerbangan yang dilayani oleh anak usaha perseroan PT Jasa Angkasa Semesta Tbk, PT JAS Aero Engineering Services, dan PT Purantara Mitra Angkasa Dua telah tertekan sebesar 15-20%. Bahkan, perseroan mencatatkan penurunan pendapatan hingga 30% untuk setiap hari penutupan wilayah udara Timur Tengah berlanjut. Krisis ini memicu efek domino yang memberatkan beban operasional.

    Meskipun bahan bakar pesawat (Avtur) bukan komponen biaya langsung bagi CAS Group, lonjakan harga minyak mentah dunia meningkatkan biaya operasional peralatan di lapangan. Selain itu, kebijakan proteksionisme energi di Asia, seperti pelarangan ekspor Jet Fuel oleh Tiongkok dan Thailand, mulai memaksa maskapai klien perseroan untuk mengurangi frekuensi terbang mereka.

    "Perseroan tidak memiliki fleksibilitas untuk mengelola jumlah SDM secara dinamis karena mayoritas biaya ini bersifat tetap dan diatur oleh regulasi pemerintah," tulis manajemen dalam laporannya.

    Hal ini menyebabkan langkah mitigasi menjadi sulit dilakukan di tengah ketidakpastian durasi konflik.Menghadapi situasi ini, CAS Group memutuskan untuk mengkaji kembali rencana inisiatif pengembangan strategis dan proyek ekspansi bisnis hingga stabilitas regional pulih. Perseroan memperingatkan adanya risiko nyata untuk mencatatkan kerugian pada tahun buku 2026 jika instabilitas geopolitik terus meluas dan menekan margin keuntungan di seluruh unit bisnis inti, mulai dari ground handling hingga inflight catering. (end)